Jumat, 31 Oktober 2014

Hipertensi dan gangguan kardiovaskuler


Hipertensi adalah tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg, atau bila pasien memakai obat hipertensi. Hipertensi merupakan gangguan asimtomatik yang sering terjadi yang sering ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara persisten. Komplikasi hipertensi yang sering ditemukan adalah terjadi gangguan kardiovaskuler hal ini disebabkan berdasarkan jantung dan aliran darah.
Sampai saat ini penyebab hipertensi esensial tidak diketahui dengan pasti. Hipertensi primer tidak disebabkan oleh faktor tunggal dan khusus. Hipertensi ini disebabkan berbagai faktor yang saling berkaitan. Hipertensi sekunder disebabkan oleh faktor primer yang diketahui yaitu seperti kerusakan ginjal, gangguan obat tertentu, stres akut, kerusakan vaskuler dan lain-lain.
Gejala yang disebabkan oleh gangguan kardiovaskuler atau gangguan jantung dan pembuluh darah paling sering adalah akibat iskemia miokard, gangguan kontraksi dan/atau relaksasi miokard, obstruksi aliran darah,atau irama denyut jantung yang abnormal. Gangguan kardiovaskuler juga disebabkan oleh 2 faktor resiko. Yaitu faktor resiko yang dapat di modifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Faktor resiko yang dapat dimodifikasi seperti merokok, obesitas,hipertensi, dislipidemia, diabetes melitus. Dan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah umur, jenis kelamin dan riwayat keluarga.
Dislipidemia diyakini sebagai faktor risiko mayor yang dapat dimodifikasi untuk perkembangan dan perubahan secara progresif atas terjadinya PJK.(40). Kolesterol ditranspor dalam darah dalambentuk lipoprotein, 75 % merupakan lipoprotein densitas rendah (low density liproprotein/LDL) dan 20 % merupakan lipoprotein densitas tinggi (high density liproprotein/HDL). Kadar kolesterol HDL-lah yang rendah memiliki peran yang baik pada Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan terdapat hubungan terbalik antara kadar HDL dan insiden penyakit jantung.
Diabetes mellitus berhubungan dengan perubahan fisik-patologi pada sistem kardiovaskuler. Diantaranya dapat berupa disfungsi endothelial dan gangguan pembuluh darah yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya coronary artery diseases (CAD). Kondisi ini dapat mengakibatkan terjadinya mikroangiopati, fibrosis otot jantung, dan ketidaknormalan metabolisme otot jantung.
Sumber : Yogiantoro, 2006

Anda batuk ?

Anda batuk ?
Batuk merupakan proses ekspirasi yang eksplosif yang memberikan mekanisme proteksi normal untuk membersihkan saluran pernafasan dari adanya sekresi atau benda asing yang mengganggu. Dengan demikian batuk merupakan mekanisme pertahanan diri karena terdapat benda asing pada saluran pernafasan. Namun disisi lain batuk juga merupakan sakah satu jalan menyebarkan infeksi.
Batuk dapat dipicu oleh berbagai iritan yang memasuki saluran pernafasan lewat inhalasi atau melalui respirasi. Jika batuknya disebabkan karena iritasi oleh adanya sekresi jalan nafas atau isi lambung, faktor pemicunya mungkin tidak dikenal dan batuknya bersifat persisten. Paparan iritan yang berkepanjangan dapan menyebabkan jalan nafas menjadi lebih sensitive.
Batuk dapat diklasifikasikan berdasarkan durasinya dapat membantu mempersempit kemungkinan untuk diagnosis, sedangkan lamanya batuk dapat membantu menentukan spectrum penyebabnya. Beberapa pertanyaan yang penting sebagai petunjuk untuk mengetahui etiologi batuk antara lain.
Apakah batuknya akut atau kronis?
Pada saat terjadi batuk, adakah gejala yang mengarah pada infeksi pernafasan?
Apakah batuknya musiman atau terkait dengan bersin-bersin?
Apakah batuknya terkait dengan hidung berair, berulangkali membersihkan kerongkongan, atau gejala lain?
Apakah batuknya disertai demam?
Apakah pasien mempunya penyakit lain atau faktor resiko seperti merokok, faktor resiko infeksi HIV, atau paparan lingkungan?
 Apakah pasien sedang menggunakan obat golongan ACE inhibitor?

Batuk digolongkan menjadi 3 kategori berdasarkan durasinya :
Batuk akut : batuk yang terjadi kurang dari 3 minggu
Batuk sub akut : batuk yang terjadi selama 3-8 minggu
Batuk kronis : batuk yang berlangsung selama lebih dari 8 minggu
Selain berdasarkan durasi, berdasarkan ada tidaknya dahak, batuk dibedakan menjadi batuk kering dan batuk berdahak. Untuk itu perlu diketahui terlebuh dahulu jenis batuknya karena pada penatalaksanaan batuk kering tidak ada mekanisme untuk mengencerkan dan mengeluarkan dahak seperti yang terdapat pada obat terapi batuk berdahak.
Terapi pengobatan batuk ada terapi nonfarmakologi dan terapi farmakologi. Terapi nonfarmakologi yaitu dengan menghindari iritan dan dengan terapi perubahan gaya hidup serta pola makan yang baik. Sedangkan untuk terapi farmakologi pada batuk digolongkan menjadi
Antitusif (menekan refleks batuk)contohnya noskapin, etilmorfin, kodein
Ekspektoran (memudahkan pengeluaran dahak) contohnya guaifenesibn
Mukolitik (menurunkan viskositas dahak) contohnya ambroksol, bromheksin, karbosistein

Sumber : Penyakit sistem pernafasan dan tatalaksan terapinya

Apakah saya bisa hamil ?

Apakah saya bisa hamil ?
Kemandulan bukanlah hal yang mudah diterima bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Terlebih jika dalam pemeriksaan lebih lanjut ternyata diketahui salah satu pihak mengalami penyakit tertentu yang mengganggu proses reproduksinya. Selain berdampak pada kebahagiaan rumah tangga jika hal ini tidak diterima dengan bijaksana maka akan mengakibatkan pihak yang mengalami penyakit merasa sangat tertekan, tidak hanya dari pasangannya namun juga dari lingkungan sekitarnya. Kemandulan adalah gejala yang sering dialami wanita yang didiagnosis memiliki sindrom ovarium polikistik.
Dalam sebuah penelitian di luar negeri didapatkan tujuh dari sepuluh wanita yang mengalami infertilitas karena gangguan ovulasi ternyata mengidap sindrom ovarium polikistik. Angka ini cukup memberikan gambaran bahwa sindrom ovarium polikistik merupakan salah satu penyebab utama kemandulan (infertilitas).
Banyak hal yang mengakibatkan penderita sindrom ovarium polikistik ini terpaksa menanti si kecil lebih lama antara lain karena penderita sindrom ovarium polikistik mengalami gangguan keseimbangan hormon berupa peningkatan hormon Luteinizing Hormon (LH) yang menetap sehingga mencegah terjadinya ovulasi (pengeluaran sel telur) dari indung telur.4  Kadar LH yang meningkat menyebabkan sel teka yang aktif menghasilkan androgen dalam bentuk androstenedion dan testosteron. Keadaan hiperandrogenik ini menyebabkan lingkungan internal folikel bersifat dominan androgen sehingga tidak dapat berkembang dan menjadi atresia. Dalam pemeriksaan laboratorium dapat dilihat dengan rasio LH/FSH > 2,5. 5  Ketidakseimbangan hormon ini jugalah yang mengakibatkan mudahnya penderita sindrom ovarium polikistik yang berhasil hamil mengalami keguguran dan tidak jarang keguguran ini terjadi berulang. Sehingga tidak jarang penderita sindrom ovarium polikistik ini mengalami depresi berat, selain karena tekanan lingkungan budaya Indonesia yang masih mengutamakan keturunan dalam sebuah pernikahan, sehingga kemandulan adalah aib bagi seorang wanita, juga karena ancaman keguguran terhadap kehamilan yang diperolehnya dengan perjuangan yang membutuhkan waktu lama, biaya yang tidak sedikit dan cara yang tidak mudah.
Penderita sindrom ovarium polikistik juga cenderung memiliki kadar hormon pria (androgen) yang tinggi dalam darahnya dibandingkan wanita normal dan ini memberikan gejala berupa tampilan fisik yang menyerupai pria seperti tumbuhnya rambut di tempat-tempat yang lazimnya dimiliki pria seperti jenggot, rambut di daerah perut, rambut di daerah dada atau tumbuhnya rambut yang begitu lebat.3
Selain ketidakteraturan haid, gejala sindrom ovarium polikistik nampak begitu tersembunyi. Dengan gejala yang tidak begitu jelas seringkali sindrom ini baru ditemukan setelah seorang wanita menikah dan lama tidak kunjung dikaruniai si kecil. Pada remaja wanita yang sedang puber hal ini lebih sulit lagi dideteksi karena pada usia puber tersebut hormon reproduksi mereka belum stabil sehingga ketidakteraturan haid sering dianggap suatu hal yang lumrah oleh para orang tua. Beberapa keluhan lain yang mungkin timbul adalah ketika sang putri merasa malu menjadi manusia bulu karena banyaknya rambut yang tumbuh di badannya, lebat seperti pria, namun sekali lagi ini pun hal yang sering dianggap lumrah oleh orang tua sehingga pencukuran rambut, pemakaian obat pelepas rambut pun menjadi pilihan utama.
Satu hal penting yang bisa dijadikan pegangan oleh para orang tua adalah siklus haid remaja memang belum seteratur wanita dewasa, namun siklus ini akan perlahan menjadi stabil dalam waktu  satu sampai dua tahun sesudah haid pertama. Dengan demikian ketika seorang putri mengeluh haidnya belum teratur atau bahkan sampai beberapa bulan tidak haid sama sekali satu atau dua tahun sesudah haid pertamanya maka ini bisa menjadi tanda-tanda orang tua untuk waspada bahwa putrinya menderita sindrom ovarium polikistik.

Sumber: polycisticsovariumsyndrome

Komplikasi hipertiroid

Komplikasi hipertiroid
A. Sistem saraf. Pasien hipertiroid sering memberikan gejala kecemasan, perasaan kejiwaan yang tertekan. Depresi, emosional yang labil, konsentrasi yang menurun, mungkin mengalami penurunan prestasi sekolah dan pekerjaan. Pada beberapa kasus yang jarang gangguan mental bisa sangat berat meliputi gejal manik-depresi, schizoid, atau reaksi paranoid. Gejala karakteristik pasien tirotoksikosis bisa menunjukkan hiperkinesia. Selama wawancara pasien bisa menunjukkan gejala sering mengubah posisi, pergerakan yang cepat, jerky, exaggerated, dan seringkali tanpa tujuan yang jelas. Peningkatan refleks dan tremor mungkin pula didapatkan. Pada pasien anak-anak manifestasi gejala klinik cenderung lebih berat, misalnya tidak mampu berkonsentrasi, penurunan prestasi sekolah. Tremor halus tangan, lidah mungkin menyerupai gejala parkinson. Pemeriksaan electroencephalogram menunjukkan peningkatan fast wave activity, dan pada pasien dengan gangguan konvulsi, frekuensi kejang semakin meningkat.
B. Sistem jantung. Hormon tiroid mempunyai efek langsung pada sistem konduksi  jantung, sehingga mungkin terjadi efek takhikardi dan biasanya jenis supraventrikuler. Hipertiroidisme dan mungkin pula disertai ada dasar penyakit jantung mungkin menjadi penyenab fibrilasi atrial.  Kardiomegali dan payah jantung mungkin disebabkan tirotoksikosis yang telah berlangsung lama. Bising jantung sering didapatkan. Jantung dalam keadaan hiperdinamik sering menunjukkan suara jantung ekstrakardial. Suara jantung dapat meningkat, terutama S1 dan scratchy systolic sound sepanjang batas kiri sternum, menunjukkan adanya pleuropericardial friction rub (Mean-Lerman scratch).  Manifestasi klinik ini membaik jika status metabolik normal bisa dipulihkan.  Graves atau Hashimoto bisa terjadi prolaps katub mitral, dan proporsinya lebih tinggi dibandingkan dengan orang normal. Aritmia kardial terutama jenis supraventrikuler, dan sering pada pasien usia muda. Atrial fibrilasi tercatat antara 2 – 20% , dan pada populasi pasien atrial fibrilasi sejumlah 15% diantaranya tergolong tirotoksik.  Pada populasi diatas 60 tahun, pada kelompok yang TSHnya rendah atrial fibrilasi didapatkan pada 28% kasus.
C. Sistem Muskuloskeletal. Katabolisme otot yang berlebihan menyebabkan otot atrofi, dan lemah. Kekuatan otot menjadi menurun sehingga kekuatan jalan, mendaki, mengangkat barang, posisi jongkok ke berdiri mengalami penurunan. Hipertiroidisme mungkin disertai Myasthenia gravis, atau Paralisis periodik hipokalemia. Proses resorbsi tulang lebih dominan dari proses pembentukan tulang, berakibat pada hipercalciuria dan kadang-kadang bisa terjadi hipocalcemia. Hipotiroidism yang berlangsung lama dapat menyebabkan osteopenia.
D. Sistem Gastrointestinal. Nafsu makan meningkat, dan beberapa pasien nafsu makannya tidak terkendali. Meskipun demikian umumnya disertai penurunan berat badan.  Motilitas usus besar meningkat, sehingga terkait hiperdefikasi, tetapi jarang didapatkan diare. Hipertiroid tahap lanjut akan menyebabkan bisa menyebabkan malnutrisi, dan berakibat fungsi hati abnormal.
E. Mata. Perubahan pada mata sangat bervariasi, abnormalitas bisa baru tampak setelah dilakukan pemeriksaaan canggih, jika secara klinis mudah terdeteksi maka itu sidah kondisi yang mungkin mengancam penglihatan. Pada Graves mungkin terjadi retraksi pada kelopak mata, jika terjadi inflamasi jaringan lunak maka bisa memberikan epifora, fotopobia, rasa ngeres pada kornea, dan nyeri retro orbita. Selain itu disertai dengan tanda-tanda edema, kelopak mata khemosis, lagopththalmus, lemak orbita keluar  melalui septum orbita dan adanya inflamasi pada tempat inserasi dari muskulus rektus horisontal. Perubahan akibat inflamasi ini memegang peranan penting dalam menentuka aktifitasa penyakit. Proptosis terjadi pada 20 – 30% penderita penyakit Graves. Proptosisi terjadi pada 20-30% pasien Graves da secara klinis tampak bilateral  pada 80 – 90% pasien. Proptosis ialah apabila eksoptalmus yang terjadi melebihi > 2 mm dari batas atas harga normal. Proptosis adalah manifestasi dari abnormalitas oftalmopati Graves yang paling persisten dan sulit ditangani.  Proptosis, pembengkakan dan fibrosis menyebabkan keterbatasan pergerakan mata dan diplopia.  Mata yang terpapar berwarna kemerahan. Tekanan pada nervus optikus dan keratitis dapat menyebabkan buta. Pada Graves hipertiroidisme dan kelainan mata biasanya terjadi paralel, tetapi bisa pula berjalan sendiri. Penyebab kelainan umumnya terkait otoimun. Sangat jarang oftalmopati terjadi pada Hashimoto dan pada pasien eutiroid yang tidak terkait dengan gejala klinik penyakit tiroid, disebut sebagai Penyakit Graves Eutiroid.
F. Manifestasi kulit. Kulit pasien adalah hangat, lembab, dan berminyak. Telapak tangan berkeringan dan lebih terasa panas dibandingkan dengan dingin. Hipertiroidisme jangka lama bisa menyebabkan Onycholysis (kuku terangkat pada ujung jari).  Bisa sekali-sekali ditemukan dermopati penyakit Graves, yaitu “orange-peel thickening” pada daerah pretibial.
G. Sistem reproduksi. Hipertiroidisme mengganggu kesuburan pada wanita usia subur, dan mungkin menyebabkan oligomenore. Pada Pria, jumlah absulut sperma menurun dan munkin terjadi impoten. Hormon testosterone yang tinggi disertai dengan peningkatan konversi androgen menjadi estrogen menyebakan ginekomasti. Hormon tiroid meningkatkan sex-hormone binding globulin, sehingga menyebabkan peningkatan kadar total testosteron dan estradiol. Hormon Folicle stimulating hormone (FSH), dan Leutenizing hormone (LH) mungkin meningkat atau normal.
H. Sistem metabolik.  Pasien usia lanjut bisa bisa timbul anoreksia, dan bisa menyebabkan penurunan berat badan. Pasien dewasa muda dan remaja bisa kehilangan kontrol dalam mengendalikan nafsu makan, bisa terjadi peningkatan berat badan.  Hormon tiroid yang tinggi dapat meningkatkan produksi panas tubuh, peningkatan keringat tubuh dan mungkin ada polidipsi ringan. Banyak pasien merasa tidak tahan dengan udara panas, dan lebih menyukai udara yang dingin. Pasien diabetes mungkin kebutuhan insulin meningkat.
I. Sistem respiratorik. Tirotoksikosis yang berat bisa menyebabkan dyspneu, dan beberapa faktor lainnya bisa terkait.  Kekuatan otot pernafasan umumnya menurun, dan berakibat penurunan vital capacity.
J. Kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid umumnya membesar. Konsistensi dan pembesaran kelenjar tergantung proses patologis yang mendasarinya. Kelenjar yang sangat besardisertai dengan peningkatan aliran darah bisa menyebabkan  bising tiroid.

Minggu, 12 Oktober 2014

Makanan Setengah Matang Aman Tidak?

Sebaiknya lebih waspada dalam mengkonsumsi makanan mentah karena bahaya penyakit bisa menyerang dengan mudah. Sebagian besar kuman, bakteri dan virus masuk ke dalam tubuk kita melalui mulut dan itu tentu saja berkaitan dengan makanan salah satunya adalah makanan yang dimasak setengah matang.

Makanan  setengah matang tidak melalui proses pemasakan yang sempurna. Khususnya makanan yang sama sekali tidak melalui proses pemasakan memiliki persentase besar mangandung bakteri. Contohnya seperti salah satu kasus wabah bakteri E. Coli di Jerman beberapa waktu yang lalu banyk menyebar melalui buah dan sayur.

Selain sayur dan buah, daging dan ikan sekalipun sudah dimasak, tapi bila tidak matang, masih meninggalkan parasit/cacing hidup, dan bakteri. Bila mahkluk-mahkluk ini menghuni usus manusia, gejala yang timbul mirip keracunan, antara lain mual, sakit perut, dan diare. 
 
Ada enam jenis cacing pita yang bisa menginfeksi manusia. Jenis-jenis cacing pita ini, sangat tergantung dari binatang apa dia berasal. Cacing taenia saginata berasal dari sapi, taenia solium dari babi, dandiphyllobothrium latum dari ikan. 

Cacing pita memiliki tiga siklus hidup: telur, larva dan cacing dewasa yang bisa menghasilkan telur.  Karena larva dapat mencapai otot mahkluk yang ditumpanginya seperti manusia, infeksi cacing dapat terjadi ketika Anda mengonsumsi daging mentah atau daging  yang dimasak setengah matang. Terutama bila binatang itu terinfeksi cacing pita. Infeksi cacing pita dapat ditandai dengan: mual, lemas, diare, sakit perut, lapar terus menerus atau malah kehilangan nafsu makan, kelelahan, berat badan turun, dan defisiensi vitamin.

Namun bagaimana dengan telur yang sering kali kita dengar banyak yang mengkonsumsinya setengah matang?


Meski telur dikenal sebagai salah satu makanan kaya nutrisi, namun ada ketakutan ketika seseorang ingin mengonsumsi telur setengah matang. Mereka takut masih ada bakteri dalam telur yang bisa masuk ke tubuh karena telur tak dimasak hingga sepenuhnya matang. Hal ini sebenarnya tak tepat karena telur yang dimasak setengah matang juga menyehatkan untuk tubuh. Telur setengah matang menyehatkan karena bagian kuning telur tidak dimasak dengan berlebihan dan tidak menghilangkan nutrisi di dalamnya seperti : rendah kalori, vitamin A, vitamin B12. Namun perlu diperhatikan bahwa telur harus dimasak hingga benar-benar setengah matang untuk menghilangkan bakteri yang ada di dalamnya.

Untuk itu pastikan sebelum mengkonsumsi daging atau ikan setengah matang dan sayuran setengah matang bahwa sayur dan daging tersebut benar-benar aman dikonsumsi. Sayur dan daging harus dicuci bersih, dan berasal dari tempat yang tidak tercemar bakteri.


Sumber : Boldsky

Obat Antiobesitas Memberikan Hasil Yang Minim

   


  Memiliki badan yang ideal adalah impian setiap orang, terutama seorang wanita. Berbagai cara dilakukan demi memiliki badan yang ideal, mulai dengan merubah pola hidup dan pola makan, dengan obat-obatan bahkan sampai dengan operasi. Semua cara itu tidak sepenuhnya disalahkan, namun tetap harus sesuai porsi masing-masing. Tidak berlebih dan tetap sesuai kebutuhan.

   Suatu penelitian menemukan bahwa 3 macam obat yang digunakan sebagai obat antiobesitas seperti orlistat, sibutramin, dan rimonabant memberikan efek penurunban berat dibawah 5 % dari berat badan total, rata-rata penurunan berat badan kurang dari 5 kg. NICE (national institute for clinical excellence, UK) menyarankan jika obat antiobesitas tidak memberikan efek penurunan berat paling sedikit 5% dari total berat badan setelah pemakaian 3 bulan, obat harus dihentikan.

  Tetapi tetap ada peringatan kepada pasien bahwa sebelum penggunaan obat antiobesitas pengobatan awalnya harus dengan perubahan gaya hidup dan pola makan. Dan tidak serta merta langsung dapat mengkonsumsi obat antiobesitas.

Peneliti menemukan :
-orlistat menurunkan berat badan 2,9 kg
-sibutramin menurunkan berat badan  4,2 kg
-rimanabant menurunkan berat badan 4,7 kg

Peneliti juga melaporkan bahwa terjadi penurunan berat badan 5-10 % pada kelompok yang menggunakan antiobesitas, dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan kontrol placebo.

  Ada variasi kesehatan dalam tingkat manfaat kesehatan yang tergantung jenis obat yang dipakai. Orlistat mempengaruhi penurunan insiden diabetes, dan  dalam penelitian lain juga menyebutkan bahwa orlistat dapat menurunkan nilai jenis kolesterol. Efek samping ke tiga jenis obat tersebut juga berbahaya, misalnya rimonabant meningkatkan resiko depresi dan kecemasan. Namun tidak ditemukan satu kasus kematian dan penyakit yang berkaitan dengan obat antiobesitas.


                                                       Sumber : MU, the British medical journal

Orang Ompong Beresiko Penyakit Kanker

Orang yang bergigi tanggal berhubungan dengan penyakit kanker. Padahal banyak orang ompong di zaman sekarang. Lalu bagaimana membedakannya dengan penyakit mulut dan dan gigi yang lain? Dan kanker apa yang memang berhubungan dengan orang yang bergigi tanggal? Apakah semua jenis kanker?

Tim peneliti Jepang menemukan bahwa adanya hubungan kuat antara gigi yang tanggal dengan resiko kanker esophagus, kepala dan leher serta paru-paru. Karena itu dianjurkan kepada seseorang untuk mempertahankan keutuhan giginya agar tidak ompong, untuk menurunkan resiko kanker. Peneliti jepang menemukan bahwa orang dengan gigi yang tanggal memiliki resiko tinggi pada kanker esophagus, kemudian kanker mulut dan leher serta kanker paru-paru. Jumlah pasien kanker juga meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah gigi yang tanggal.

Banyak faktor resiko yang mempengaruhi kesehatan. Usia dan jenis kelamin juga berhubungan terhadap antara gigi tanggal dengan resiko kanker. Pada kanker kepala dan leher serta kanker esophagus ada hubungan yang nyata antara gigi tanggal dengan resiko kanker pada pasien perempuan usia <70 tahun, tetapi hubungan ini kurang nyata pada laki-laki yang lebih tua.

Para peneliti menekankan bahwa perawatan ronggo mulut penting untuk kesehatan. Rongga mulut merupakan pintu antara lingkungan luar dan saluran cerna dan berfungsi untuk masuknya makanan. Kebersihan mulut berpotensi mempengaruhi flora gastrointestinal dan status gizi sehingga berpengaruh terhadap perkembangan penyakit kronik.

Tapi tidak bisa dikatakan bahwa manusia atau orang yang bergigi tanggal memiliki penyakit kanker, hanya perlu diwaspadai karena berhubungan dengan faktor resiko. Untuk itu perlu diadakan tes lain untuk membuktikan benar-benar adanya penyakit kanker.


                                                                                        Sumber : MU, Medical Update