Jumat, 10 Oktober 2014

NAZA, bukan NAPZA

Bedanya NAZA dengan NAPZA apa? Beda dong, kalau NAZA adalah Narkotik, Alkohol dan zat adiktif sedangkan NAPZA adalah narkotik, psikotropik dan zat adiktif. Intinya beda pada alcohol dan psikotropiknya..

Barang seperti ini biasa menjangkit para remaja-remaja di zaman sekarang, bagi yang yang sudah terlanjur terjerumus tentu ada terapinya tetapi bukan berarti kita ikut terjerumus juga.

TERAPI: Terapi terhadap penyalahgunaan dan ketergantungan NAZA harus dapat dipertanggung jawabkan dari segi medic, psikiatrik, social dan agama. Terapi tersebut terdiri dari dua tahapan yaitu detoksifikasi dan pasca detoksifikasi yang mencakup:




a.       Terapi medic-psikiatrik (detoksifikasi)
Detoksifikasi adalah terapi untuk menghilangkan racun dari tubuh pasien. Penyalahgunaan dan ketergantungan NAZA termasuk dalam bidang psikiatri yaitu dapat menimbulkan gangguan metal dan perilaku. Hal ini terjadi karena NAZA dapat mengganggu sistem neurotransmitter dalam sistem saraf pusat (SSP). Pasien penyalahguna dan ketergantungan NAZA juga sering dijumpai komplikasi medic seperti kelainan paru, liver, jantung dan organ lainnya. Terapi detoksifikasi digunakan obat yang tergolong mayor transquilizer yang ditujukan pada SSP, selain itu juga dapat diberikan obat analgesic non opioat dan antidepresi

b.      Terapi medic-psikiatrik (psikofarmaka)
Dengan diterapinya pasien penyalahguna/ketergantungan NAZA dengan psikofarmaka seperti mayor transquilizer dan antidepresan maka diharapkan gangguan mental dan perilakunya dapat diatasi

c.       Terapi medic-psikiatrik (psikoterapi)
Tujuan dari terapi ini adalah untuk memperkuat struktur kepribadian mantan penyalahguna/ketergantungan NAZA

d.      Terapi medic-somatik
Terapi ini adalah penggunaan obat yang berkhasiat terhadap kelainan fisik maupun komplikasi medic berupa kelainan organ tubuh. Obat yang digunakanpun sesuai dengan kelainan organ yang menyerang pasien

e.      Terapi psikososial
Terapi untuk memulihkan kembali kemampuan adaptasi penyalahguna/ketergantungan NAZA kedalam kehidupan sehari-hari kepada masyarakat

f.        Terapi psikoreligius
Terapi keagamaan terhadap pasien penyalahguna/ketergantungan NAZA memegang peranan penting baik dalam segi prevensi maupun pencegahan


  Sumber: penyalahgunaan dan ketergantungan NAZA, Prof. Dr, dr. H. Dadang Hawari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar