Memiliki badan yang ideal adalah impian setiap orang,
terutama seorang wanita. Berbagai cara dilakukan demi memiliki badan yang
ideal, mulai dengan merubah pola hidup dan pola makan, dengan obat-obatan
bahkan sampai dengan operasi. Semua cara itu tidak sepenuhnya disalahkan, namun
tetap harus sesuai porsi masing-masing. Tidak berlebih dan tetap sesuai
kebutuhan.
Suatu penelitian menemukan bahwa 3 macam obat yang digunakan
sebagai obat antiobesitas seperti orlistat, sibutramin, dan rimonabant
memberikan efek penurunban berat dibawah 5 % dari berat badan total, rata-rata
penurunan berat badan kurang dari 5 kg. NICE (national institute for clinical
excellence, UK) menyarankan jika obat antiobesitas tidak memberikan efek
penurunan berat paling sedikit 5% dari total berat badan setelah pemakaian 3
bulan, obat harus dihentikan.
Tetapi tetap ada peringatan kepada pasien bahwa sebelum
penggunaan obat antiobesitas pengobatan awalnya harus dengan perubahan gaya
hidup dan pola makan. Dan tidak serta merta langsung dapat mengkonsumsi obat
antiobesitas.
Peneliti menemukan :
-orlistat menurunkan berat badan 2,9 kg
-sibutramin menurunkan berat badan 4,2 kg
-rimanabant menurunkan berat badan 4,7 kg
Peneliti juga melaporkan bahwa terjadi penurunan berat badan
5-10 % pada kelompok yang menggunakan antiobesitas, dibandingkan dengan
kelompok yang menggunakan kontrol placebo.
Ada variasi kesehatan dalam tingkat manfaat kesehatan yang
tergantung jenis obat yang dipakai. Orlistat mempengaruhi penurunan insiden
diabetes, dan dalam penelitian lain juga
menyebutkan bahwa orlistat dapat menurunkan nilai jenis kolesterol. Efek
samping ke tiga jenis obat tersebut juga berbahaya, misalnya rimonabant
meningkatkan resiko depresi dan kecemasan. Namun tidak ditemukan satu kasus
kematian dan penyakit yang berkaitan dengan obat antiobesitas.
Sumber : MU, the British medical journal
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar