Minggu, 12 Oktober 2014

Makanan Setengah Matang Aman Tidak?

Sebaiknya lebih waspada dalam mengkonsumsi makanan mentah karena bahaya penyakit bisa menyerang dengan mudah. Sebagian besar kuman, bakteri dan virus masuk ke dalam tubuk kita melalui mulut dan itu tentu saja berkaitan dengan makanan salah satunya adalah makanan yang dimasak setengah matang.

Makanan  setengah matang tidak melalui proses pemasakan yang sempurna. Khususnya makanan yang sama sekali tidak melalui proses pemasakan memiliki persentase besar mangandung bakteri. Contohnya seperti salah satu kasus wabah bakteri E. Coli di Jerman beberapa waktu yang lalu banyk menyebar melalui buah dan sayur.

Selain sayur dan buah, daging dan ikan sekalipun sudah dimasak, tapi bila tidak matang, masih meninggalkan parasit/cacing hidup, dan bakteri. Bila mahkluk-mahkluk ini menghuni usus manusia, gejala yang timbul mirip keracunan, antara lain mual, sakit perut, dan diare. 
 
Ada enam jenis cacing pita yang bisa menginfeksi manusia. Jenis-jenis cacing pita ini, sangat tergantung dari binatang apa dia berasal. Cacing taenia saginata berasal dari sapi, taenia solium dari babi, dandiphyllobothrium latum dari ikan. 

Cacing pita memiliki tiga siklus hidup: telur, larva dan cacing dewasa yang bisa menghasilkan telur.  Karena larva dapat mencapai otot mahkluk yang ditumpanginya seperti manusia, infeksi cacing dapat terjadi ketika Anda mengonsumsi daging mentah atau daging  yang dimasak setengah matang. Terutama bila binatang itu terinfeksi cacing pita. Infeksi cacing pita dapat ditandai dengan: mual, lemas, diare, sakit perut, lapar terus menerus atau malah kehilangan nafsu makan, kelelahan, berat badan turun, dan defisiensi vitamin.

Namun bagaimana dengan telur yang sering kali kita dengar banyak yang mengkonsumsinya setengah matang?


Meski telur dikenal sebagai salah satu makanan kaya nutrisi, namun ada ketakutan ketika seseorang ingin mengonsumsi telur setengah matang. Mereka takut masih ada bakteri dalam telur yang bisa masuk ke tubuh karena telur tak dimasak hingga sepenuhnya matang. Hal ini sebenarnya tak tepat karena telur yang dimasak setengah matang juga menyehatkan untuk tubuh. Telur setengah matang menyehatkan karena bagian kuning telur tidak dimasak dengan berlebihan dan tidak menghilangkan nutrisi di dalamnya seperti : rendah kalori, vitamin A, vitamin B12. Namun perlu diperhatikan bahwa telur harus dimasak hingga benar-benar setengah matang untuk menghilangkan bakteri yang ada di dalamnya.

Untuk itu pastikan sebelum mengkonsumsi daging atau ikan setengah matang dan sayuran setengah matang bahwa sayur dan daging tersebut benar-benar aman dikonsumsi. Sayur dan daging harus dicuci bersih, dan berasal dari tempat yang tidak tercemar bakteri.


Sumber : Boldsky

Tidak ada komentar:

Posting Komentar