Sebaiknya lebih waspada
dalam mengkonsumsi makanan mentah karena bahaya penyakit bisa menyerang dengan
mudah. Sebagian besar kuman, bakteri dan virus masuk ke dalam tubuk kita
melalui mulut dan itu tentu saja berkaitan dengan makanan salah satunya adalah makanan
yang dimasak setengah matang.
Makanan setengah matang tidak melalui proses pemasakan
yang sempurna. Khususnya makanan yang sama sekali tidak melalui proses pemasakan
memiliki persentase besar mangandung bakteri. Contohnya seperti salah satu
kasus wabah bakteri E. Coli di Jerman beberapa waktu yang lalu banyk menyebar
melalui buah dan sayur.
Selain sayur dan buah, daging dan
ikan sekalipun sudah dimasak, tapi bila tidak matang, masih meninggalkan
parasit/cacing hidup, dan bakteri. Bila mahkluk-mahkluk ini menghuni usus
manusia, gejala yang timbul mirip keracunan, antara lain mual, sakit perut, dan
diare.
Ada enam jenis cacing pita yang bisa menginfeksi manusia. Jenis-jenis cacing pita ini, sangat tergantung dari binatang apa dia berasal. Cacing taenia saginata berasal dari sapi, taenia solium dari babi, dandiphyllobothrium latum dari ikan.
Cacing pita memiliki tiga siklus hidup: telur, larva dan cacing dewasa yang bisa menghasilkan telur. Karena larva dapat mencapai otot mahkluk yang ditumpanginya seperti manusia, infeksi cacing dapat terjadi ketika Anda mengonsumsi daging mentah atau daging yang dimasak setengah matang. Terutama bila binatang itu terinfeksi cacing pita. Infeksi cacing pita dapat ditandai dengan: mual, lemas, diare, sakit perut, lapar terus menerus atau malah kehilangan nafsu makan, kelelahan, berat badan turun, dan defisiensi vitamin.
Ada enam jenis cacing pita yang bisa menginfeksi manusia. Jenis-jenis cacing pita ini, sangat tergantung dari binatang apa dia berasal. Cacing taenia saginata berasal dari sapi, taenia solium dari babi, dandiphyllobothrium latum dari ikan.
Cacing pita memiliki tiga siklus hidup: telur, larva dan cacing dewasa yang bisa menghasilkan telur. Karena larva dapat mencapai otot mahkluk yang ditumpanginya seperti manusia, infeksi cacing dapat terjadi ketika Anda mengonsumsi daging mentah atau daging yang dimasak setengah matang. Terutama bila binatang itu terinfeksi cacing pita. Infeksi cacing pita dapat ditandai dengan: mual, lemas, diare, sakit perut, lapar terus menerus atau malah kehilangan nafsu makan, kelelahan, berat badan turun, dan defisiensi vitamin.
Namun bagaimana dengan telur yang sering kali kita dengar banyak
yang mengkonsumsinya setengah matang?
Meski telur dikenal sebagai salah
satu makanan kaya nutrisi, namun ada ketakutan ketika seseorang ingin
mengonsumsi telur setengah matang. Mereka takut masih ada bakteri dalam telur
yang bisa masuk ke tubuh karena telur tak dimasak hingga sepenuhnya matang. Hal
ini sebenarnya tak tepat karena telur yang dimasak setengah matang juga
menyehatkan untuk tubuh. Telur setengah matang menyehatkan karena bagian kuning
telur tidak dimasak dengan berlebihan dan tidak menghilangkan nutrisi di
dalamnya seperti : rendah kalori, vitamin A, vitamin B12. Namun perlu diperhatikan
bahwa telur harus dimasak hingga benar-benar setengah matang untuk
menghilangkan bakteri yang ada di dalamnya.
Untuk itu pastikan
sebelum mengkonsumsi daging atau ikan setengah matang dan sayuran setengah
matang bahwa sayur dan daging tersebut benar-benar aman dikonsumsi. Sayur dan
daging harus dicuci bersih, dan berasal dari tempat yang tidak tercemar
bakteri.
Sumber : Boldsky
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar