Minggu, 12 Oktober 2014

Darah Haid Dapat Memperbaiki Jantung?



Darah haid wanita bisa digunakan untuk pengobatan? benar tidak ya? Mari kita cari tahu..

  Peneliti Jepang meneliti darah haid dari beberapa perempuan dapat memperbaiki jantung tikus. Membenihkan darah haid wanita selama 1 bulan, kemudian setelah 3 hari di letakkan secara in-vitro dengan sel jantung tikus sekitar 20% sel mulai berdenyut. Sel-sel darah haid dari perempuan yang telah dibenihkan dan ditanam dalam sel jantung tikus kemudian menjadi jaringan otot jantung.

  Bahkan menurut penelitian ini metode steam sel menggunakan darah haid memiliki tingkat keberhasilan yang 100 kali lebih tinggi dibandingkan dengan steam sel yang berasal dari sumsum tulang. Tikus yang mengalami serangan jantung akan membaik setelah mendapatkan sel yang berasal dari darah haid wanita.

Berdasarkan penelitian tersebut apakah memungkinkan darah haid perempuan dapat digunakan sebagai pengobatan sendiri? Lalu bagaimana dengan hubungan antara sistem imun yang sudah ada dengan sel yang akan ditanam?
\
Sel-sel ini dapat disimpan dalam waktu yang lama di tempat yang berukuran kecil. Jika sel-sel yang sudah disimpan dengan benar tidak digunakan selama 100 tahun, maka sel tersebut dapat bertahan selama 200-300 tahun..

  Sel dari darah haid tidak dapat berubah menjadi sel apapun dalam tubuh, tetapi sel tersebut berpotensi menjadi sel otot, maka sel darah haid juga dapat digunakan untuk mengobati distrofi otot.
Dalam penelitian tersebut usia pendonor darah haid tidak mempengaruhi kemampuan sel-sel dalam berkembang. Wanita dengan usia muda ataupun tua. Kemajuan yang terjadi pada tikus yang mengalami gangguan jantung setelah ditanamkan sel darah haid adalah meningkatnya kekuatan kontraksi jantung tikus.

  Namun tentu ada beberapa catatan dari penelitian tersebut perlu diingat kembali bahwa metode ini tidak sama jika diterapkan secara klinik pada manusia, karena penelitian ini menggunakan subjek hewan tikus. Tentu banyak faktor yang mempengaruhi dengan ditanamnya sel baru ke dalam sel tubuh manusia. Dan ini perlu penelitian yang lama dan studi yang yang terus menerus.


                                                                  Sumber : MU, Medical Update

Tidak ada komentar:

Posting Komentar