Jumat, 31 Oktober 2014

Hipertensi dan gangguan kardiovaskuler


Hipertensi adalah tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg, atau bila pasien memakai obat hipertensi. Hipertensi merupakan gangguan asimtomatik yang sering terjadi yang sering ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara persisten. Komplikasi hipertensi yang sering ditemukan adalah terjadi gangguan kardiovaskuler hal ini disebabkan berdasarkan jantung dan aliran darah.
Sampai saat ini penyebab hipertensi esensial tidak diketahui dengan pasti. Hipertensi primer tidak disebabkan oleh faktor tunggal dan khusus. Hipertensi ini disebabkan berbagai faktor yang saling berkaitan. Hipertensi sekunder disebabkan oleh faktor primer yang diketahui yaitu seperti kerusakan ginjal, gangguan obat tertentu, stres akut, kerusakan vaskuler dan lain-lain.
Gejala yang disebabkan oleh gangguan kardiovaskuler atau gangguan jantung dan pembuluh darah paling sering adalah akibat iskemia miokard, gangguan kontraksi dan/atau relaksasi miokard, obstruksi aliran darah,atau irama denyut jantung yang abnormal. Gangguan kardiovaskuler juga disebabkan oleh 2 faktor resiko. Yaitu faktor resiko yang dapat di modifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Faktor resiko yang dapat dimodifikasi seperti merokok, obesitas,hipertensi, dislipidemia, diabetes melitus. Dan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah umur, jenis kelamin dan riwayat keluarga.
Dislipidemia diyakini sebagai faktor risiko mayor yang dapat dimodifikasi untuk perkembangan dan perubahan secara progresif atas terjadinya PJK.(40). Kolesterol ditranspor dalam darah dalambentuk lipoprotein, 75 % merupakan lipoprotein densitas rendah (low density liproprotein/LDL) dan 20 % merupakan lipoprotein densitas tinggi (high density liproprotein/HDL). Kadar kolesterol HDL-lah yang rendah memiliki peran yang baik pada Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan terdapat hubungan terbalik antara kadar HDL dan insiden penyakit jantung.
Diabetes mellitus berhubungan dengan perubahan fisik-patologi pada sistem kardiovaskuler. Diantaranya dapat berupa disfungsi endothelial dan gangguan pembuluh darah yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya coronary artery diseases (CAD). Kondisi ini dapat mengakibatkan terjadinya mikroangiopati, fibrosis otot jantung, dan ketidaknormalan metabolisme otot jantung.
Sumber : Yogiantoro, 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar