Jumat, 10 Oktober 2014

SedotLlemak/Liposuction Bukan Terapi Obesitas

  Sedot lemak atau liposuction merupakan pilihan instan manusia zaman sekarang yang ingin memiliki tubuh ideal. Tanpa terlebih dahulu menjaga pola makan, olah raga teratur.


  Menurut dr. Agus Santoso Budi Sp, BP, ahli bedah plastic RSU Dr. Soetomo Surabaya, sedot lemak sebenarnya digunakan untuk membentuk tubuh, bukan terapi untuk pasien yang mengalami obesitas. Pada beberapa orang yang bentuk tubuhnya tidak proporsional, sedot lemak dapat digunakan sebagai terapi untuk mengurangi lemak yang berlebih pada bagian tubuh yang tidak proporsinal tadi.

  Jadi jika pada kasus pasien obesitas yang pertama kali dilakukan adalah menurunkan berat badan dengan obat-an atau olahraga. Setelah berat badan menurun, baru akan terlihat bagian-bagian tubuh yang tidak proporsiaonal dan kelebihan lemak, barulah pada bagian ini dapat dilakukan sedot lemak.

  Sedot lemak pada wanita dilakukan pada bagian perut, pinggang, pantat bawah dan atas, paha depan dan dalam. Sedangkan pada laki-laki, sedot lemak biasa dilakukan pada bagian perut.

  Sebelum melakukan sedot lemak pasien biasanya dilatih dulu untuk diet. Kalau dalamn 1 bulan berat badan turun 5 kg berarti pasien bisa melakukan sedot lemak. Sedot lemak kan instan untuk menurunkan berat badan, kalau pola makan kembali tidak teratur ya pasien bisa gemuk lagi. Sebelum dilakukan operasi sedot lemak pasien juga harus diperiksa kesehatannya, gula darah dan tekanan darah harus normal dan tidak ada kelainan jantung. Operasi sedot lemak untuk mengambil 1000 cc membutuhkan waktu 1 jam dengan cara manual, 1000 cc dengan alat vibro membutuhkan waktu setengah jam. Dengan ultrasound sama dengan cara manual, 1000 cc membutuhkan waktu 1 jam dan harus lebih hati-hati karena dengan ultrasound ada efek panasnya.

  Sedot lemak tidak disamakan dengan mengurangi berat badan, karena sedot lemak hanya untuk mengurangi bagian-bagian tertentu saja. Sedot lemak juga dapat dilakukan lebih dari satu kali, idealnya 6 bulan atau 1 tahun baru dapat diulang.

Sumber : NATURA, media cerdas untuk sehat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar