Sedot
lemak atau liposuction merupakan pilihan instan manusia zaman sekarang yang
ingin memiliki tubuh ideal. Tanpa terlebih dahulu menjaga pola makan, olah raga
teratur.
Menurut dr. Agus Santoso Budi Sp, BP, ahli bedah plastic RSU Dr. Soetomo
Surabaya, sedot lemak sebenarnya digunakan untuk membentuk tubuh, bukan terapi
untuk pasien yang mengalami obesitas. Pada beberapa orang yang bentuk tubuhnya
tidak proporsional, sedot lemak dapat digunakan sebagai terapi untuk mengurangi
lemak yang berlebih pada bagian tubuh yang tidak proporsinal tadi.
Jadi jika pada kasus pasien obesitas yang pertama kali dilakukan adalah
menurunkan berat badan dengan obat-an atau olahraga. Setelah berat badan
menurun, baru akan terlihat bagian-bagian tubuh yang tidak proporsiaonal dan
kelebihan lemak, barulah pada bagian ini dapat dilakukan sedot lemak.
Sedot lemak pada wanita dilakukan pada bagian perut, pinggang, pantat
bawah dan atas, paha depan dan dalam. Sedangkan pada laki-laki, sedot lemak
biasa dilakukan pada bagian perut.
Sebelum melakukan sedot lemak pasien biasanya dilatih dulu untuk diet.
Kalau dalamn 1 bulan berat badan turun 5 kg berarti pasien bisa melakukan sedot
lemak. Sedot lemak kan instan untuk menurunkan berat badan, kalau pola makan
kembali tidak teratur ya pasien bisa gemuk lagi. Sebelum dilakukan operasi
sedot lemak pasien juga harus diperiksa kesehatannya, gula darah dan tekanan
darah harus normal dan tidak ada kelainan jantung. Operasi sedot lemak untuk
mengambil 1000 cc membutuhkan waktu 1 jam dengan cara manual, 1000 cc dengan
alat vibro membutuhkan waktu setengah jam. Dengan ultrasound sama dengan cara
manual, 1000 cc membutuhkan waktu 1 jam dan harus lebih hati-hati karena dengan
ultrasound ada efek panasnya.
Sedot lemak tidak disamakan dengan mengurangi berat badan, karena sedot
lemak hanya untuk mengurangi bagian-bagian tertentu saja. Sedot lemak juga
dapat dilakukan lebih dari satu kali, idealnya 6 bulan atau 1 tahun baru dapat
diulang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar