Satu diagnose yang memberatkan saya pasca
kecelakaan kemarin adalah multiple cidera kepala. Hal ini tentu sangat
berhubungan dengan sistem syaraf. Dan nyeri kepala yang saya alami termasuk
nyeri kepala sekunder pasca trauma kepala.
1.
Gangguan kepala
Gangguan atau nyeri di kepala dapat berupa nyeri kepala primer dan nyeri
kepala sekunder. Nyeri kepala primer adalah tension headache, migraine dan
cluster headache. Sedangkan penyebab nyeri kepala sekunder adalah adanya
trauma, tumor, infeksi, menstruasi, kehamilan dan stroke.
a.
Nyeri kepala primer
Dari berbagai jenis nyeri kepala primer, tension headache merupakan nyeri
kepala yang paling sering terjadi. Gejala dari tension headache adalah nyeri
kepala yang terasa mengikat dan bilateral/pada kedua sisi kepala. Migraine
dapat disebabkan oleh mekanisme vaskuler dan neurohormonal. Migraine juga dapat
menyebabkan gangguan penglihatan, kelemahan local. Gejala migraine adalah
unilateral/pada satu sisi kepala, mual, muntah, fotofobia. Faktor resiko
seperti stress, depresi, asap, diet, perubahan hormone, dan pola tidur juga
dapat menjadi penyebab migraine. Sedangkan cluster headache adalah nyeri kepala
yang terjadi pada pagi hari dan lebih sering terjadi pada pria dibanding
wanita. Nyeri pada kasus cluser headache merupakan nyeri yang luar biasa, dan
hanya nyeri disekitar mata. Nyeri cluster headache dapat terjadi selama 30
menitan dan dapat terjadi beberapa kali dalam sehari atau sekali dalam beberapa
minggu. Obat-obatan juga dapat menyebabkan berbagai nyeri kepala primer seperti
alcohol, kafein, kokain, kortikosteroid, NSAID.
·
- - Jika pasien mengalami nyeri kepala yang
unilateral dan mengalami tekanan maka pasien dirujuk ke dokter dengan dugaan
tension headache
·
- -Jika pasien datang dengan rasa kesemutan dan
rasa terbakar dengan onset yang cepat maka pasien segera dirujuk ke dokter.
Jika kesemutan sampai ke kaki, maka diduga gejala diabetes, jika kesemutan
tidak disertai gejala diabetes maka ditelusuri gejala neurologi lain
· -
j-Jika kesemutan dikarenakan oleh obat maka segera
dirujuk ke dokter dengan mengganti obat lain
Sumber: Farmasis Mengenal Penyakit oleh Dyah
Aryani Perwitasari
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar