Jumat, 10 Oktober 2014

asesmen sistem syaraf



Satu diagnose yang memberatkan saya pasca kecelakaan kemarin adalah multiple cidera kepala. Hal ini tentu sangat berhubungan dengan sistem syaraf. Dan nyeri kepala yang saya alami termasuk nyeri kepala sekunder pasca trauma kepala.


1.       Gangguan kepala
Gangguan atau nyeri di kepala dapat berupa nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. Nyeri kepala primer adalah tension headache, migraine dan cluster headache. Sedangkan penyebab nyeri kepala sekunder adalah adanya trauma, tumor, infeksi, menstruasi, kehamilan dan stroke.
a.       Nyeri kepala primer
Dari berbagai jenis nyeri kepala primer, tension headache merupakan nyeri kepala yang paling sering terjadi. Gejala dari tension headache adalah nyeri kepala yang terasa mengikat dan bilateral/pada kedua sisi kepala. Migraine dapat disebabkan oleh mekanisme vaskuler dan neurohormonal. Migraine juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan, kelemahan local. Gejala migraine adalah unilateral/pada satu sisi kepala, mual, muntah, fotofobia. Faktor resiko seperti stress, depresi, asap, diet, perubahan hormone, dan pola tidur juga dapat menjadi penyebab migraine. Sedangkan cluster headache adalah nyeri kepala yang terjadi pada pagi hari dan lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. Nyeri pada kasus cluser headache merupakan nyeri yang luar biasa, dan hanya nyeri disekitar mata. Nyeri cluster headache dapat terjadi selama 30 menitan dan dapat terjadi beberapa kali dalam sehari atau sekali dalam beberapa minggu. Obat-obatan juga dapat menyebabkan berbagai nyeri kepala primer seperti alcohol, kafein, kokain, kortikosteroid, NSAID.
·       
- - Jika pasien mengalami nyeri kepala yang unilateral dan mengalami tekanan maka pasien dirujuk ke dokter dengan dugaan tension headache
·     
-  -Jika pasien datang dengan rasa kesemutan dan rasa terbakar dengan onset yang cepat maka pasien segera dirujuk ke dokter. Jika kesemutan sampai ke kaki, maka diduga gejala diabetes, jika kesemutan tidak disertai gejala diabetes maka ditelusuri gejala neurologi lain
·        - 
j-Jika kesemutan dikarenakan oleh obat maka segera dirujuk ke dokter dengan mengganti obat lain


                                    Sumber: Farmasis Mengenal Penyakit oleh Dyah Aryani Perwitasari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar