Jumat, 31 Oktober 2014

Anda batuk ?

Anda batuk ?
Batuk merupakan proses ekspirasi yang eksplosif yang memberikan mekanisme proteksi normal untuk membersihkan saluran pernafasan dari adanya sekresi atau benda asing yang mengganggu. Dengan demikian batuk merupakan mekanisme pertahanan diri karena terdapat benda asing pada saluran pernafasan. Namun disisi lain batuk juga merupakan sakah satu jalan menyebarkan infeksi.
Batuk dapat dipicu oleh berbagai iritan yang memasuki saluran pernafasan lewat inhalasi atau melalui respirasi. Jika batuknya disebabkan karena iritasi oleh adanya sekresi jalan nafas atau isi lambung, faktor pemicunya mungkin tidak dikenal dan batuknya bersifat persisten. Paparan iritan yang berkepanjangan dapan menyebabkan jalan nafas menjadi lebih sensitive.
Batuk dapat diklasifikasikan berdasarkan durasinya dapat membantu mempersempit kemungkinan untuk diagnosis, sedangkan lamanya batuk dapat membantu menentukan spectrum penyebabnya. Beberapa pertanyaan yang penting sebagai petunjuk untuk mengetahui etiologi batuk antara lain.
Apakah batuknya akut atau kronis?
Pada saat terjadi batuk, adakah gejala yang mengarah pada infeksi pernafasan?
Apakah batuknya musiman atau terkait dengan bersin-bersin?
Apakah batuknya terkait dengan hidung berair, berulangkali membersihkan kerongkongan, atau gejala lain?
Apakah batuknya disertai demam?
Apakah pasien mempunya penyakit lain atau faktor resiko seperti merokok, faktor resiko infeksi HIV, atau paparan lingkungan?
 Apakah pasien sedang menggunakan obat golongan ACE inhibitor?

Batuk digolongkan menjadi 3 kategori berdasarkan durasinya :
Batuk akut : batuk yang terjadi kurang dari 3 minggu
Batuk sub akut : batuk yang terjadi selama 3-8 minggu
Batuk kronis : batuk yang berlangsung selama lebih dari 8 minggu
Selain berdasarkan durasi, berdasarkan ada tidaknya dahak, batuk dibedakan menjadi batuk kering dan batuk berdahak. Untuk itu perlu diketahui terlebuh dahulu jenis batuknya karena pada penatalaksanaan batuk kering tidak ada mekanisme untuk mengencerkan dan mengeluarkan dahak seperti yang terdapat pada obat terapi batuk berdahak.
Terapi pengobatan batuk ada terapi nonfarmakologi dan terapi farmakologi. Terapi nonfarmakologi yaitu dengan menghindari iritan dan dengan terapi perubahan gaya hidup serta pola makan yang baik. Sedangkan untuk terapi farmakologi pada batuk digolongkan menjadi
Antitusif (menekan refleks batuk)contohnya noskapin, etilmorfin, kodein
Ekspektoran (memudahkan pengeluaran dahak) contohnya guaifenesibn
Mukolitik (menurunkan viskositas dahak) contohnya ambroksol, bromheksin, karbosistein

Sumber : Penyakit sistem pernafasan dan tatalaksan terapinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar