Sebagai
mahasiwa perantau tidak sedikit mahasiswa yang pola makannya sangat
tidak teratur. Makan sehari satu kali dan maksimal dua kali dalam sehari, sudah
biasa. Dan waktu makan yang paling sering dilewatkan oleh mahasiwa-mahasiswi
remaja adalah waktu sarapan. Mungkin dalam satu semester bisa dihitung berapa
kali sarapan. Padahal sarapan itu penting, selain penting dalam meningkatkan
konsentrasi, sarapan juga penting untuk kesehatan mahasiwa khususnya remaja.
Remaja yang melewatkan sarapan lebih cenderung obes. Kalimat ini tentu
berputar-putar dalam kepala anda. Mengapa bisa demikian?. Inilah penjelasannya:
Sarapan sendiri memiliki keuntungan penting yang terhitung dalam 3 aspek; dalam aspek nafsu makan, resistensi
insulin dan dalam metabolism energy. Orang yang melewatkan sarapan saat pagi
hari memiliki dorongan nafsu makan yang lebih tinggi saat menjelang makan
siang. Akibatnya, orang yang melewatkan sarapan lebih cenderung ‘ekstra’
daripada yang seharusnya, karena porsi makannya terhitung lebih banyak atau bahkan dua kali lipat. Porsi
makan yang lebih banyak ini akan mengakibatkan kadar insulin yang tiba-tiba
melonjak. Apabila kita melakukan ini berulang-ulang setiap hari dapat
mengakibatkan ketidakstabilan kadar insulin. Ketidakstabilan kadar insulin yang
terjadi pada waktu yang lama dapat mengarah kepada resistensi insulin. Apabila
sudah terjadi ketidakstabilan insulin maka dapat berakibat pada ketidakstabilan
glukosa, yang tentu berefek pada gangguan metabolism energy. Setelah itu barulah efek-efek yang tidak diinginkan timbul, seperti kurangnya konsentrasi, berat badan tidak stabil, badan mudah lelah, pusing dan mata berkunang-kunang.
Apabila sudah terjadi gangguan ketidakstabilan insulin dan
ketidakstabilan glukosa maka dapat juga berakibat pada organ lain untuk
menimbulkan gangguan fungsi organ
PANJANG SISTEM PENCERNAAN: sistem
pencernaan terentang dari mulut hingga ke anus dan panjangnya sekitar 9 meter.
Sumber:
NATURA, media cerdas untuk sehat
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar