Jumat, 31 Oktober 2014
Hipertensi dan gangguan kardiovaskuler
Hipertensi adalah tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg, atau bila pasien memakai obat hipertensi. Hipertensi merupakan gangguan asimtomatik yang sering terjadi yang sering ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara persisten. Komplikasi hipertensi yang sering ditemukan adalah terjadi gangguan kardiovaskuler hal ini disebabkan berdasarkan jantung dan aliran darah.
Sampai saat ini penyebab hipertensi esensial tidak diketahui dengan pasti. Hipertensi primer tidak disebabkan oleh faktor tunggal dan khusus. Hipertensi ini disebabkan berbagai faktor yang saling berkaitan. Hipertensi sekunder disebabkan oleh faktor primer yang diketahui yaitu seperti kerusakan ginjal, gangguan obat tertentu, stres akut, kerusakan vaskuler dan lain-lain.
Gejala yang disebabkan oleh gangguan kardiovaskuler atau gangguan jantung dan pembuluh darah paling sering adalah akibat iskemia miokard, gangguan kontraksi dan/atau relaksasi miokard, obstruksi aliran darah,atau irama denyut jantung yang abnormal. Gangguan kardiovaskuler juga disebabkan oleh 2 faktor resiko. Yaitu faktor resiko yang dapat di modifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Faktor resiko yang dapat dimodifikasi seperti merokok, obesitas,hipertensi, dislipidemia, diabetes melitus. Dan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah umur, jenis kelamin dan riwayat keluarga.
Dislipidemia diyakini sebagai faktor risiko mayor yang dapat dimodifikasi untuk perkembangan dan perubahan secara progresif atas terjadinya PJK.(40). Kolesterol ditranspor dalam darah dalambentuk lipoprotein, 75 % merupakan lipoprotein densitas rendah (low density liproprotein/LDL) dan 20 % merupakan lipoprotein densitas tinggi (high density liproprotein/HDL). Kadar kolesterol HDL-lah yang rendah memiliki peran yang baik pada Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan terdapat hubungan terbalik antara kadar HDL dan insiden penyakit jantung.
Diabetes mellitus berhubungan dengan perubahan fisik-patologi pada sistem kardiovaskuler. Diantaranya dapat berupa disfungsi endothelial dan gangguan pembuluh darah yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya coronary artery diseases (CAD). Kondisi ini dapat mengakibatkan terjadinya mikroangiopati, fibrosis otot jantung, dan ketidaknormalan metabolisme otot jantung.
Sumber : Yogiantoro, 2006
Anda batuk ?
Anda batuk ?
Batuk merupakan proses ekspirasi yang eksplosif yang memberikan mekanisme proteksi normal untuk membersihkan saluran pernafasan dari adanya sekresi atau benda asing yang mengganggu. Dengan demikian batuk merupakan mekanisme pertahanan diri karena terdapat benda asing pada saluran pernafasan. Namun disisi lain batuk juga merupakan sakah satu jalan menyebarkan infeksi.
Batuk dapat dipicu oleh berbagai iritan yang memasuki saluran pernafasan lewat inhalasi atau melalui respirasi. Jika batuknya disebabkan karena iritasi oleh adanya sekresi jalan nafas atau isi lambung, faktor pemicunya mungkin tidak dikenal dan batuknya bersifat persisten. Paparan iritan yang berkepanjangan dapan menyebabkan jalan nafas menjadi lebih sensitive.
Batuk dapat diklasifikasikan berdasarkan durasinya dapat membantu mempersempit kemungkinan untuk diagnosis, sedangkan lamanya batuk dapat membantu menentukan spectrum penyebabnya. Beberapa pertanyaan yang penting sebagai petunjuk untuk mengetahui etiologi batuk antara lain.
Apakah batuknya akut atau kronis?
Pada saat terjadi batuk, adakah gejala yang mengarah pada infeksi pernafasan?
Apakah batuknya musiman atau terkait dengan bersin-bersin?
Apakah batuknya terkait dengan hidung berair, berulangkali membersihkan kerongkongan, atau gejala lain?
Apakah batuknya disertai demam?
Apakah pasien mempunya penyakit lain atau faktor resiko seperti merokok, faktor resiko infeksi HIV, atau paparan lingkungan?
Apakah pasien sedang menggunakan obat golongan ACE inhibitor?
Batuk digolongkan menjadi 3 kategori berdasarkan durasinya :
Batuk akut : batuk yang terjadi kurang dari 3 minggu
Batuk sub akut : batuk yang terjadi selama 3-8 minggu
Batuk kronis : batuk yang berlangsung selama lebih dari 8 minggu
Selain berdasarkan durasi, berdasarkan ada tidaknya dahak, batuk dibedakan menjadi batuk kering dan batuk berdahak. Untuk itu perlu diketahui terlebuh dahulu jenis batuknya karena pada penatalaksanaan batuk kering tidak ada mekanisme untuk mengencerkan dan mengeluarkan dahak seperti yang terdapat pada obat terapi batuk berdahak.
Terapi pengobatan batuk ada terapi nonfarmakologi dan terapi farmakologi. Terapi nonfarmakologi yaitu dengan menghindari iritan dan dengan terapi perubahan gaya hidup serta pola makan yang baik. Sedangkan untuk terapi farmakologi pada batuk digolongkan menjadi
Antitusif (menekan refleks batuk)contohnya noskapin, etilmorfin, kodein
Ekspektoran (memudahkan pengeluaran dahak) contohnya guaifenesibn
Mukolitik (menurunkan viskositas dahak) contohnya ambroksol, bromheksin, karbosistein
Sumber : Penyakit sistem pernafasan dan tatalaksan terapinya
Batuk merupakan proses ekspirasi yang eksplosif yang memberikan mekanisme proteksi normal untuk membersihkan saluran pernafasan dari adanya sekresi atau benda asing yang mengganggu. Dengan demikian batuk merupakan mekanisme pertahanan diri karena terdapat benda asing pada saluran pernafasan. Namun disisi lain batuk juga merupakan sakah satu jalan menyebarkan infeksi.
Batuk dapat dipicu oleh berbagai iritan yang memasuki saluran pernafasan lewat inhalasi atau melalui respirasi. Jika batuknya disebabkan karena iritasi oleh adanya sekresi jalan nafas atau isi lambung, faktor pemicunya mungkin tidak dikenal dan batuknya bersifat persisten. Paparan iritan yang berkepanjangan dapan menyebabkan jalan nafas menjadi lebih sensitive.
Batuk dapat diklasifikasikan berdasarkan durasinya dapat membantu mempersempit kemungkinan untuk diagnosis, sedangkan lamanya batuk dapat membantu menentukan spectrum penyebabnya. Beberapa pertanyaan yang penting sebagai petunjuk untuk mengetahui etiologi batuk antara lain.
Apakah batuknya akut atau kronis?
Pada saat terjadi batuk, adakah gejala yang mengarah pada infeksi pernafasan?
Apakah batuknya musiman atau terkait dengan bersin-bersin?
Apakah batuknya terkait dengan hidung berair, berulangkali membersihkan kerongkongan, atau gejala lain?
Apakah batuknya disertai demam?
Apakah pasien mempunya penyakit lain atau faktor resiko seperti merokok, faktor resiko infeksi HIV, atau paparan lingkungan?
Apakah pasien sedang menggunakan obat golongan ACE inhibitor?
Batuk digolongkan menjadi 3 kategori berdasarkan durasinya :
Batuk akut : batuk yang terjadi kurang dari 3 minggu
Batuk sub akut : batuk yang terjadi selama 3-8 minggu
Batuk kronis : batuk yang berlangsung selama lebih dari 8 minggu
Selain berdasarkan durasi, berdasarkan ada tidaknya dahak, batuk dibedakan menjadi batuk kering dan batuk berdahak. Untuk itu perlu diketahui terlebuh dahulu jenis batuknya karena pada penatalaksanaan batuk kering tidak ada mekanisme untuk mengencerkan dan mengeluarkan dahak seperti yang terdapat pada obat terapi batuk berdahak.
Terapi pengobatan batuk ada terapi nonfarmakologi dan terapi farmakologi. Terapi nonfarmakologi yaitu dengan menghindari iritan dan dengan terapi perubahan gaya hidup serta pola makan yang baik. Sedangkan untuk terapi farmakologi pada batuk digolongkan menjadi
Antitusif (menekan refleks batuk)contohnya noskapin, etilmorfin, kodein
Ekspektoran (memudahkan pengeluaran dahak) contohnya guaifenesibn
Mukolitik (menurunkan viskositas dahak) contohnya ambroksol, bromheksin, karbosistein
Sumber : Penyakit sistem pernafasan dan tatalaksan terapinya
Apakah saya bisa hamil ?
Apakah saya bisa hamil ?
Kemandulan bukanlah hal yang mudah diterima bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Terlebih jika dalam pemeriksaan lebih lanjut ternyata diketahui salah satu pihak mengalami penyakit tertentu yang mengganggu proses reproduksinya. Selain berdampak pada kebahagiaan rumah tangga jika hal ini tidak diterima dengan bijaksana maka akan mengakibatkan pihak yang mengalami penyakit merasa sangat tertekan, tidak hanya dari pasangannya namun juga dari lingkungan sekitarnya. Kemandulan adalah gejala yang sering dialami wanita yang didiagnosis memiliki sindrom ovarium polikistik.
Dalam sebuah penelitian di luar negeri didapatkan tujuh dari sepuluh wanita yang mengalami infertilitas karena gangguan ovulasi ternyata mengidap sindrom ovarium polikistik. Angka ini cukup memberikan gambaran bahwa sindrom ovarium polikistik merupakan salah satu penyebab utama kemandulan (infertilitas).
Banyak hal yang mengakibatkan penderita sindrom ovarium polikistik ini terpaksa menanti si kecil lebih lama antara lain karena penderita sindrom ovarium polikistik mengalami gangguan keseimbangan hormon berupa peningkatan hormon Luteinizing Hormon (LH) yang menetap sehingga mencegah terjadinya ovulasi (pengeluaran sel telur) dari indung telur.4 Kadar LH yang meningkat menyebabkan sel teka yang aktif menghasilkan androgen dalam bentuk androstenedion dan testosteron. Keadaan hiperandrogenik ini menyebabkan lingkungan internal folikel bersifat dominan androgen sehingga tidak dapat berkembang dan menjadi atresia. Dalam pemeriksaan laboratorium dapat dilihat dengan rasio LH/FSH > 2,5. 5 Ketidakseimbangan hormon ini jugalah yang mengakibatkan mudahnya penderita sindrom ovarium polikistik yang berhasil hamil mengalami keguguran dan tidak jarang keguguran ini terjadi berulang. Sehingga tidak jarang penderita sindrom ovarium polikistik ini mengalami depresi berat, selain karena tekanan lingkungan budaya Indonesia yang masih mengutamakan keturunan dalam sebuah pernikahan, sehingga kemandulan adalah aib bagi seorang wanita, juga karena ancaman keguguran terhadap kehamilan yang diperolehnya dengan perjuangan yang membutuhkan waktu lama, biaya yang tidak sedikit dan cara yang tidak mudah.
Penderita sindrom ovarium polikistik juga cenderung memiliki kadar hormon pria (androgen) yang tinggi dalam darahnya dibandingkan wanita normal dan ini memberikan gejala berupa tampilan fisik yang menyerupai pria seperti tumbuhnya rambut di tempat-tempat yang lazimnya dimiliki pria seperti jenggot, rambut di daerah perut, rambut di daerah dada atau tumbuhnya rambut yang begitu lebat.3
Selain ketidakteraturan haid, gejala sindrom ovarium polikistik nampak begitu tersembunyi. Dengan gejala yang tidak begitu jelas seringkali sindrom ini baru ditemukan setelah seorang wanita menikah dan lama tidak kunjung dikaruniai si kecil. Pada remaja wanita yang sedang puber hal ini lebih sulit lagi dideteksi karena pada usia puber tersebut hormon reproduksi mereka belum stabil sehingga ketidakteraturan haid sering dianggap suatu hal yang lumrah oleh para orang tua. Beberapa keluhan lain yang mungkin timbul adalah ketika sang putri merasa malu menjadi manusia bulu karena banyaknya rambut yang tumbuh di badannya, lebat seperti pria, namun sekali lagi ini pun hal yang sering dianggap lumrah oleh orang tua sehingga pencukuran rambut, pemakaian obat pelepas rambut pun menjadi pilihan utama.
Satu hal penting yang bisa dijadikan pegangan oleh para orang tua adalah siklus haid remaja memang belum seteratur wanita dewasa, namun siklus ini akan perlahan menjadi stabil dalam waktu satu sampai dua tahun sesudah haid pertama. Dengan demikian ketika seorang putri mengeluh haidnya belum teratur atau bahkan sampai beberapa bulan tidak haid sama sekali satu atau dua tahun sesudah haid pertamanya maka ini bisa menjadi tanda-tanda orang tua untuk waspada bahwa putrinya menderita sindrom ovarium polikistik.
Sumber: polycisticsovariumsyndrome
Kemandulan bukanlah hal yang mudah diterima bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Terlebih jika dalam pemeriksaan lebih lanjut ternyata diketahui salah satu pihak mengalami penyakit tertentu yang mengganggu proses reproduksinya. Selain berdampak pada kebahagiaan rumah tangga jika hal ini tidak diterima dengan bijaksana maka akan mengakibatkan pihak yang mengalami penyakit merasa sangat tertekan, tidak hanya dari pasangannya namun juga dari lingkungan sekitarnya. Kemandulan adalah gejala yang sering dialami wanita yang didiagnosis memiliki sindrom ovarium polikistik.
Dalam sebuah penelitian di luar negeri didapatkan tujuh dari sepuluh wanita yang mengalami infertilitas karena gangguan ovulasi ternyata mengidap sindrom ovarium polikistik. Angka ini cukup memberikan gambaran bahwa sindrom ovarium polikistik merupakan salah satu penyebab utama kemandulan (infertilitas).
Banyak hal yang mengakibatkan penderita sindrom ovarium polikistik ini terpaksa menanti si kecil lebih lama antara lain karena penderita sindrom ovarium polikistik mengalami gangguan keseimbangan hormon berupa peningkatan hormon Luteinizing Hormon (LH) yang menetap sehingga mencegah terjadinya ovulasi (pengeluaran sel telur) dari indung telur.4 Kadar LH yang meningkat menyebabkan sel teka yang aktif menghasilkan androgen dalam bentuk androstenedion dan testosteron. Keadaan hiperandrogenik ini menyebabkan lingkungan internal folikel bersifat dominan androgen sehingga tidak dapat berkembang dan menjadi atresia. Dalam pemeriksaan laboratorium dapat dilihat dengan rasio LH/FSH > 2,5. 5 Ketidakseimbangan hormon ini jugalah yang mengakibatkan mudahnya penderita sindrom ovarium polikistik yang berhasil hamil mengalami keguguran dan tidak jarang keguguran ini terjadi berulang. Sehingga tidak jarang penderita sindrom ovarium polikistik ini mengalami depresi berat, selain karena tekanan lingkungan budaya Indonesia yang masih mengutamakan keturunan dalam sebuah pernikahan, sehingga kemandulan adalah aib bagi seorang wanita, juga karena ancaman keguguran terhadap kehamilan yang diperolehnya dengan perjuangan yang membutuhkan waktu lama, biaya yang tidak sedikit dan cara yang tidak mudah.
Penderita sindrom ovarium polikistik juga cenderung memiliki kadar hormon pria (androgen) yang tinggi dalam darahnya dibandingkan wanita normal dan ini memberikan gejala berupa tampilan fisik yang menyerupai pria seperti tumbuhnya rambut di tempat-tempat yang lazimnya dimiliki pria seperti jenggot, rambut di daerah perut, rambut di daerah dada atau tumbuhnya rambut yang begitu lebat.3
Selain ketidakteraturan haid, gejala sindrom ovarium polikistik nampak begitu tersembunyi. Dengan gejala yang tidak begitu jelas seringkali sindrom ini baru ditemukan setelah seorang wanita menikah dan lama tidak kunjung dikaruniai si kecil. Pada remaja wanita yang sedang puber hal ini lebih sulit lagi dideteksi karena pada usia puber tersebut hormon reproduksi mereka belum stabil sehingga ketidakteraturan haid sering dianggap suatu hal yang lumrah oleh para orang tua. Beberapa keluhan lain yang mungkin timbul adalah ketika sang putri merasa malu menjadi manusia bulu karena banyaknya rambut yang tumbuh di badannya, lebat seperti pria, namun sekali lagi ini pun hal yang sering dianggap lumrah oleh orang tua sehingga pencukuran rambut, pemakaian obat pelepas rambut pun menjadi pilihan utama.
Satu hal penting yang bisa dijadikan pegangan oleh para orang tua adalah siklus haid remaja memang belum seteratur wanita dewasa, namun siklus ini akan perlahan menjadi stabil dalam waktu satu sampai dua tahun sesudah haid pertama. Dengan demikian ketika seorang putri mengeluh haidnya belum teratur atau bahkan sampai beberapa bulan tidak haid sama sekali satu atau dua tahun sesudah haid pertamanya maka ini bisa menjadi tanda-tanda orang tua untuk waspada bahwa putrinya menderita sindrom ovarium polikistik.
Sumber: polycisticsovariumsyndrome
Komplikasi hipertiroid
Komplikasi hipertiroid
A. Sistem saraf. Pasien hipertiroid sering memberikan gejala kecemasan, perasaan kejiwaan yang tertekan. Depresi, emosional yang labil, konsentrasi yang menurun, mungkin mengalami penurunan prestasi sekolah dan pekerjaan. Pada beberapa kasus yang jarang gangguan mental bisa sangat berat meliputi gejal manik-depresi, schizoid, atau reaksi paranoid. Gejala karakteristik pasien tirotoksikosis bisa menunjukkan hiperkinesia. Selama wawancara pasien bisa menunjukkan gejala sering mengubah posisi, pergerakan yang cepat, jerky, exaggerated, dan seringkali tanpa tujuan yang jelas. Peningkatan refleks dan tremor mungkin pula didapatkan. Pada pasien anak-anak manifestasi gejala klinik cenderung lebih berat, misalnya tidak mampu berkonsentrasi, penurunan prestasi sekolah. Tremor halus tangan, lidah mungkin menyerupai gejala parkinson. Pemeriksaan electroencephalogram menunjukkan peningkatan fast wave activity, dan pada pasien dengan gangguan konvulsi, frekuensi kejang semakin meningkat.
B. Sistem jantung. Hormon tiroid mempunyai efek langsung pada sistem konduksi jantung, sehingga mungkin terjadi efek takhikardi dan biasanya jenis supraventrikuler. Hipertiroidisme dan mungkin pula disertai ada dasar penyakit jantung mungkin menjadi penyenab fibrilasi atrial. Kardiomegali dan payah jantung mungkin disebabkan tirotoksikosis yang telah berlangsung lama. Bising jantung sering didapatkan. Jantung dalam keadaan hiperdinamik sering menunjukkan suara jantung ekstrakardial. Suara jantung dapat meningkat, terutama S1 dan scratchy systolic sound sepanjang batas kiri sternum, menunjukkan adanya pleuropericardial friction rub (Mean-Lerman scratch). Manifestasi klinik ini membaik jika status metabolik normal bisa dipulihkan. Graves atau Hashimoto bisa terjadi prolaps katub mitral, dan proporsinya lebih tinggi dibandingkan dengan orang normal. Aritmia kardial terutama jenis supraventrikuler, dan sering pada pasien usia muda. Atrial fibrilasi tercatat antara 2 – 20% , dan pada populasi pasien atrial fibrilasi sejumlah 15% diantaranya tergolong tirotoksik. Pada populasi diatas 60 tahun, pada kelompok yang TSHnya rendah atrial fibrilasi didapatkan pada 28% kasus.
C. Sistem Muskuloskeletal. Katabolisme otot yang berlebihan menyebabkan otot atrofi, dan lemah. Kekuatan otot menjadi menurun sehingga kekuatan jalan, mendaki, mengangkat barang, posisi jongkok ke berdiri mengalami penurunan. Hipertiroidisme mungkin disertai Myasthenia gravis, atau Paralisis periodik hipokalemia. Proses resorbsi tulang lebih dominan dari proses pembentukan tulang, berakibat pada hipercalciuria dan kadang-kadang bisa terjadi hipocalcemia. Hipotiroidism yang berlangsung lama dapat menyebabkan osteopenia.
D. Sistem Gastrointestinal. Nafsu makan meningkat, dan beberapa pasien nafsu makannya tidak terkendali. Meskipun demikian umumnya disertai penurunan berat badan. Motilitas usus besar meningkat, sehingga terkait hiperdefikasi, tetapi jarang didapatkan diare. Hipertiroid tahap lanjut akan menyebabkan bisa menyebabkan malnutrisi, dan berakibat fungsi hati abnormal.
E. Mata. Perubahan pada mata sangat bervariasi, abnormalitas bisa baru tampak setelah dilakukan pemeriksaaan canggih, jika secara klinis mudah terdeteksi maka itu sidah kondisi yang mungkin mengancam penglihatan. Pada Graves mungkin terjadi retraksi pada kelopak mata, jika terjadi inflamasi jaringan lunak maka bisa memberikan epifora, fotopobia, rasa ngeres pada kornea, dan nyeri retro orbita. Selain itu disertai dengan tanda-tanda edema, kelopak mata khemosis, lagopththalmus, lemak orbita keluar melalui septum orbita dan adanya inflamasi pada tempat inserasi dari muskulus rektus horisontal. Perubahan akibat inflamasi ini memegang peranan penting dalam menentuka aktifitasa penyakit. Proptosis terjadi pada 20 – 30% penderita penyakit Graves. Proptosisi terjadi pada 20-30% pasien Graves da secara klinis tampak bilateral pada 80 – 90% pasien. Proptosis ialah apabila eksoptalmus yang terjadi melebihi > 2 mm dari batas atas harga normal. Proptosis adalah manifestasi dari abnormalitas oftalmopati Graves yang paling persisten dan sulit ditangani. Proptosis, pembengkakan dan fibrosis menyebabkan keterbatasan pergerakan mata dan diplopia. Mata yang terpapar berwarna kemerahan. Tekanan pada nervus optikus dan keratitis dapat menyebabkan buta. Pada Graves hipertiroidisme dan kelainan mata biasanya terjadi paralel, tetapi bisa pula berjalan sendiri. Penyebab kelainan umumnya terkait otoimun. Sangat jarang oftalmopati terjadi pada Hashimoto dan pada pasien eutiroid yang tidak terkait dengan gejala klinik penyakit tiroid, disebut sebagai Penyakit Graves Eutiroid.
F. Manifestasi kulit. Kulit pasien adalah hangat, lembab, dan berminyak. Telapak tangan berkeringan dan lebih terasa panas dibandingkan dengan dingin. Hipertiroidisme jangka lama bisa menyebabkan Onycholysis (kuku terangkat pada ujung jari). Bisa sekali-sekali ditemukan dermopati penyakit Graves, yaitu “orange-peel thickening” pada daerah pretibial.
G. Sistem reproduksi. Hipertiroidisme mengganggu kesuburan pada wanita usia subur, dan mungkin menyebabkan oligomenore. Pada Pria, jumlah absulut sperma menurun dan munkin terjadi impoten. Hormon testosterone yang tinggi disertai dengan peningkatan konversi androgen menjadi estrogen menyebakan ginekomasti. Hormon tiroid meningkatkan sex-hormone binding globulin, sehingga menyebabkan peningkatan kadar total testosteron dan estradiol. Hormon Folicle stimulating hormone (FSH), dan Leutenizing hormone (LH) mungkin meningkat atau normal.
H. Sistem metabolik. Pasien usia lanjut bisa bisa timbul anoreksia, dan bisa menyebabkan penurunan berat badan. Pasien dewasa muda dan remaja bisa kehilangan kontrol dalam mengendalikan nafsu makan, bisa terjadi peningkatan berat badan. Hormon tiroid yang tinggi dapat meningkatkan produksi panas tubuh, peningkatan keringat tubuh dan mungkin ada polidipsi ringan. Banyak pasien merasa tidak tahan dengan udara panas, dan lebih menyukai udara yang dingin. Pasien diabetes mungkin kebutuhan insulin meningkat.
I. Sistem respiratorik. Tirotoksikosis yang berat bisa menyebabkan dyspneu, dan beberapa faktor lainnya bisa terkait. Kekuatan otot pernafasan umumnya menurun, dan berakibat penurunan vital capacity.
J. Kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid umumnya membesar. Konsistensi dan pembesaran kelenjar tergantung proses patologis yang mendasarinya. Kelenjar yang sangat besardisertai dengan peningkatan aliran darah bisa menyebabkan bising tiroid.
A. Sistem saraf. Pasien hipertiroid sering memberikan gejala kecemasan, perasaan kejiwaan yang tertekan. Depresi, emosional yang labil, konsentrasi yang menurun, mungkin mengalami penurunan prestasi sekolah dan pekerjaan. Pada beberapa kasus yang jarang gangguan mental bisa sangat berat meliputi gejal manik-depresi, schizoid, atau reaksi paranoid. Gejala karakteristik pasien tirotoksikosis bisa menunjukkan hiperkinesia. Selama wawancara pasien bisa menunjukkan gejala sering mengubah posisi, pergerakan yang cepat, jerky, exaggerated, dan seringkali tanpa tujuan yang jelas. Peningkatan refleks dan tremor mungkin pula didapatkan. Pada pasien anak-anak manifestasi gejala klinik cenderung lebih berat, misalnya tidak mampu berkonsentrasi, penurunan prestasi sekolah. Tremor halus tangan, lidah mungkin menyerupai gejala parkinson. Pemeriksaan electroencephalogram menunjukkan peningkatan fast wave activity, dan pada pasien dengan gangguan konvulsi, frekuensi kejang semakin meningkat.
B. Sistem jantung. Hormon tiroid mempunyai efek langsung pada sistem konduksi jantung, sehingga mungkin terjadi efek takhikardi dan biasanya jenis supraventrikuler. Hipertiroidisme dan mungkin pula disertai ada dasar penyakit jantung mungkin menjadi penyenab fibrilasi atrial. Kardiomegali dan payah jantung mungkin disebabkan tirotoksikosis yang telah berlangsung lama. Bising jantung sering didapatkan. Jantung dalam keadaan hiperdinamik sering menunjukkan suara jantung ekstrakardial. Suara jantung dapat meningkat, terutama S1 dan scratchy systolic sound sepanjang batas kiri sternum, menunjukkan adanya pleuropericardial friction rub (Mean-Lerman scratch). Manifestasi klinik ini membaik jika status metabolik normal bisa dipulihkan. Graves atau Hashimoto bisa terjadi prolaps katub mitral, dan proporsinya lebih tinggi dibandingkan dengan orang normal. Aritmia kardial terutama jenis supraventrikuler, dan sering pada pasien usia muda. Atrial fibrilasi tercatat antara 2 – 20% , dan pada populasi pasien atrial fibrilasi sejumlah 15% diantaranya tergolong tirotoksik. Pada populasi diatas 60 tahun, pada kelompok yang TSHnya rendah atrial fibrilasi didapatkan pada 28% kasus.
C. Sistem Muskuloskeletal. Katabolisme otot yang berlebihan menyebabkan otot atrofi, dan lemah. Kekuatan otot menjadi menurun sehingga kekuatan jalan, mendaki, mengangkat barang, posisi jongkok ke berdiri mengalami penurunan. Hipertiroidisme mungkin disertai Myasthenia gravis, atau Paralisis periodik hipokalemia. Proses resorbsi tulang lebih dominan dari proses pembentukan tulang, berakibat pada hipercalciuria dan kadang-kadang bisa terjadi hipocalcemia. Hipotiroidism yang berlangsung lama dapat menyebabkan osteopenia.
D. Sistem Gastrointestinal. Nafsu makan meningkat, dan beberapa pasien nafsu makannya tidak terkendali. Meskipun demikian umumnya disertai penurunan berat badan. Motilitas usus besar meningkat, sehingga terkait hiperdefikasi, tetapi jarang didapatkan diare. Hipertiroid tahap lanjut akan menyebabkan bisa menyebabkan malnutrisi, dan berakibat fungsi hati abnormal.
E. Mata. Perubahan pada mata sangat bervariasi, abnormalitas bisa baru tampak setelah dilakukan pemeriksaaan canggih, jika secara klinis mudah terdeteksi maka itu sidah kondisi yang mungkin mengancam penglihatan. Pada Graves mungkin terjadi retraksi pada kelopak mata, jika terjadi inflamasi jaringan lunak maka bisa memberikan epifora, fotopobia, rasa ngeres pada kornea, dan nyeri retro orbita. Selain itu disertai dengan tanda-tanda edema, kelopak mata khemosis, lagopththalmus, lemak orbita keluar melalui septum orbita dan adanya inflamasi pada tempat inserasi dari muskulus rektus horisontal. Perubahan akibat inflamasi ini memegang peranan penting dalam menentuka aktifitasa penyakit. Proptosis terjadi pada 20 – 30% penderita penyakit Graves. Proptosisi terjadi pada 20-30% pasien Graves da secara klinis tampak bilateral pada 80 – 90% pasien. Proptosis ialah apabila eksoptalmus yang terjadi melebihi > 2 mm dari batas atas harga normal. Proptosis adalah manifestasi dari abnormalitas oftalmopati Graves yang paling persisten dan sulit ditangani. Proptosis, pembengkakan dan fibrosis menyebabkan keterbatasan pergerakan mata dan diplopia. Mata yang terpapar berwarna kemerahan. Tekanan pada nervus optikus dan keratitis dapat menyebabkan buta. Pada Graves hipertiroidisme dan kelainan mata biasanya terjadi paralel, tetapi bisa pula berjalan sendiri. Penyebab kelainan umumnya terkait otoimun. Sangat jarang oftalmopati terjadi pada Hashimoto dan pada pasien eutiroid yang tidak terkait dengan gejala klinik penyakit tiroid, disebut sebagai Penyakit Graves Eutiroid.
F. Manifestasi kulit. Kulit pasien adalah hangat, lembab, dan berminyak. Telapak tangan berkeringan dan lebih terasa panas dibandingkan dengan dingin. Hipertiroidisme jangka lama bisa menyebabkan Onycholysis (kuku terangkat pada ujung jari). Bisa sekali-sekali ditemukan dermopati penyakit Graves, yaitu “orange-peel thickening” pada daerah pretibial.
G. Sistem reproduksi. Hipertiroidisme mengganggu kesuburan pada wanita usia subur, dan mungkin menyebabkan oligomenore. Pada Pria, jumlah absulut sperma menurun dan munkin terjadi impoten. Hormon testosterone yang tinggi disertai dengan peningkatan konversi androgen menjadi estrogen menyebakan ginekomasti. Hormon tiroid meningkatkan sex-hormone binding globulin, sehingga menyebabkan peningkatan kadar total testosteron dan estradiol. Hormon Folicle stimulating hormone (FSH), dan Leutenizing hormone (LH) mungkin meningkat atau normal.
H. Sistem metabolik. Pasien usia lanjut bisa bisa timbul anoreksia, dan bisa menyebabkan penurunan berat badan. Pasien dewasa muda dan remaja bisa kehilangan kontrol dalam mengendalikan nafsu makan, bisa terjadi peningkatan berat badan. Hormon tiroid yang tinggi dapat meningkatkan produksi panas tubuh, peningkatan keringat tubuh dan mungkin ada polidipsi ringan. Banyak pasien merasa tidak tahan dengan udara panas, dan lebih menyukai udara yang dingin. Pasien diabetes mungkin kebutuhan insulin meningkat.
I. Sistem respiratorik. Tirotoksikosis yang berat bisa menyebabkan dyspneu, dan beberapa faktor lainnya bisa terkait. Kekuatan otot pernafasan umumnya menurun, dan berakibat penurunan vital capacity.
J. Kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid umumnya membesar. Konsistensi dan pembesaran kelenjar tergantung proses patologis yang mendasarinya. Kelenjar yang sangat besardisertai dengan peningkatan aliran darah bisa menyebabkan bising tiroid.
Minggu, 12 Oktober 2014
Makanan Setengah Matang Aman Tidak?
Sebaiknya lebih waspada
dalam mengkonsumsi makanan mentah karena bahaya penyakit bisa menyerang dengan
mudah. Sebagian besar kuman, bakteri dan virus masuk ke dalam tubuk kita
melalui mulut dan itu tentu saja berkaitan dengan makanan salah satunya adalah makanan
yang dimasak setengah matang.
Makanan setengah matang tidak melalui proses pemasakan
yang sempurna. Khususnya makanan yang sama sekali tidak melalui proses pemasakan
memiliki persentase besar mangandung bakteri. Contohnya seperti salah satu
kasus wabah bakteri E. Coli di Jerman beberapa waktu yang lalu banyk menyebar
melalui buah dan sayur.
Selain sayur dan buah, daging dan
ikan sekalipun sudah dimasak, tapi bila tidak matang, masih meninggalkan
parasit/cacing hidup, dan bakteri. Bila mahkluk-mahkluk ini menghuni usus
manusia, gejala yang timbul mirip keracunan, antara lain mual, sakit perut, dan
diare.
Ada enam jenis cacing pita yang bisa menginfeksi manusia. Jenis-jenis cacing pita ini, sangat tergantung dari binatang apa dia berasal. Cacing taenia saginata berasal dari sapi, taenia solium dari babi, dandiphyllobothrium latum dari ikan.
Cacing pita memiliki tiga siklus hidup: telur, larva dan cacing dewasa yang bisa menghasilkan telur. Karena larva dapat mencapai otot mahkluk yang ditumpanginya seperti manusia, infeksi cacing dapat terjadi ketika Anda mengonsumsi daging mentah atau daging yang dimasak setengah matang. Terutama bila binatang itu terinfeksi cacing pita. Infeksi cacing pita dapat ditandai dengan: mual, lemas, diare, sakit perut, lapar terus menerus atau malah kehilangan nafsu makan, kelelahan, berat badan turun, dan defisiensi vitamin.
Ada enam jenis cacing pita yang bisa menginfeksi manusia. Jenis-jenis cacing pita ini, sangat tergantung dari binatang apa dia berasal. Cacing taenia saginata berasal dari sapi, taenia solium dari babi, dandiphyllobothrium latum dari ikan.
Cacing pita memiliki tiga siklus hidup: telur, larva dan cacing dewasa yang bisa menghasilkan telur. Karena larva dapat mencapai otot mahkluk yang ditumpanginya seperti manusia, infeksi cacing dapat terjadi ketika Anda mengonsumsi daging mentah atau daging yang dimasak setengah matang. Terutama bila binatang itu terinfeksi cacing pita. Infeksi cacing pita dapat ditandai dengan: mual, lemas, diare, sakit perut, lapar terus menerus atau malah kehilangan nafsu makan, kelelahan, berat badan turun, dan defisiensi vitamin.
Namun bagaimana dengan telur yang sering kali kita dengar banyak
yang mengkonsumsinya setengah matang?
Meski telur dikenal sebagai salah
satu makanan kaya nutrisi, namun ada ketakutan ketika seseorang ingin
mengonsumsi telur setengah matang. Mereka takut masih ada bakteri dalam telur
yang bisa masuk ke tubuh karena telur tak dimasak hingga sepenuhnya matang. Hal
ini sebenarnya tak tepat karena telur yang dimasak setengah matang juga
menyehatkan untuk tubuh. Telur setengah matang menyehatkan karena bagian kuning
telur tidak dimasak dengan berlebihan dan tidak menghilangkan nutrisi di
dalamnya seperti : rendah kalori, vitamin A, vitamin B12. Namun perlu diperhatikan
bahwa telur harus dimasak hingga benar-benar setengah matang untuk
menghilangkan bakteri yang ada di dalamnya.
Untuk itu pastikan
sebelum mengkonsumsi daging atau ikan setengah matang dan sayuran setengah
matang bahwa sayur dan daging tersebut benar-benar aman dikonsumsi. Sayur dan
daging harus dicuci bersih, dan berasal dari tempat yang tidak tercemar
bakteri.
Sumber : Boldsky
Obat Antiobesitas Memberikan Hasil Yang Minim
Memiliki badan yang ideal adalah impian setiap orang,
terutama seorang wanita. Berbagai cara dilakukan demi memiliki badan yang
ideal, mulai dengan merubah pola hidup dan pola makan, dengan obat-obatan
bahkan sampai dengan operasi. Semua cara itu tidak sepenuhnya disalahkan, namun
tetap harus sesuai porsi masing-masing. Tidak berlebih dan tetap sesuai
kebutuhan.
Suatu penelitian menemukan bahwa 3 macam obat yang digunakan
sebagai obat antiobesitas seperti orlistat, sibutramin, dan rimonabant
memberikan efek penurunban berat dibawah 5 % dari berat badan total, rata-rata
penurunan berat badan kurang dari 5 kg. NICE (national institute for clinical
excellence, UK) menyarankan jika obat antiobesitas tidak memberikan efek
penurunan berat paling sedikit 5% dari total berat badan setelah pemakaian 3
bulan, obat harus dihentikan.
Tetapi tetap ada peringatan kepada pasien bahwa sebelum
penggunaan obat antiobesitas pengobatan awalnya harus dengan perubahan gaya
hidup dan pola makan. Dan tidak serta merta langsung dapat mengkonsumsi obat
antiobesitas.
Peneliti menemukan :
-orlistat menurunkan berat badan 2,9 kg
-sibutramin menurunkan berat badan 4,2 kg
-rimanabant menurunkan berat badan 4,7 kg
Peneliti juga melaporkan bahwa terjadi penurunan berat badan
5-10 % pada kelompok yang menggunakan antiobesitas, dibandingkan dengan
kelompok yang menggunakan kontrol placebo.
Ada variasi kesehatan dalam tingkat manfaat kesehatan yang
tergantung jenis obat yang dipakai. Orlistat mempengaruhi penurunan insiden
diabetes, dan dalam penelitian lain juga
menyebutkan bahwa orlistat dapat menurunkan nilai jenis kolesterol. Efek
samping ke tiga jenis obat tersebut juga berbahaya, misalnya rimonabant
meningkatkan resiko depresi dan kecemasan. Namun tidak ditemukan satu kasus
kematian dan penyakit yang berkaitan dengan obat antiobesitas.
Sumber : MU, the British medical journal
Orang Ompong Beresiko Penyakit Kanker
Orang yang bergigi tanggal berhubungan dengan penyakit
kanker. Padahal banyak orang ompong di zaman sekarang. Lalu bagaimana
membedakannya dengan penyakit mulut dan dan gigi yang lain? Dan kanker apa yang
memang berhubungan dengan orang yang bergigi tanggal? Apakah semua jenis
kanker?
Tim peneliti Jepang menemukan bahwa adanya hubungan kuat
antara gigi yang tanggal dengan resiko kanker esophagus, kepala dan leher serta
paru-paru. Karena itu dianjurkan kepada seseorang untuk mempertahankan keutuhan
giginya agar tidak ompong, untuk menurunkan resiko kanker. Peneliti jepang
menemukan bahwa orang dengan gigi yang tanggal memiliki resiko tinggi pada
kanker esophagus, kemudian kanker mulut dan leher serta kanker paru-paru.
Jumlah pasien kanker juga meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah gigi
yang tanggal.
Banyak faktor resiko yang mempengaruhi kesehatan. Usia dan
jenis kelamin juga berhubungan terhadap antara gigi tanggal dengan resiko
kanker. Pada kanker kepala dan leher serta kanker esophagus ada hubungan yang
nyata antara gigi tanggal dengan resiko kanker pada pasien perempuan usia
<70 tahun, tetapi hubungan ini kurang nyata pada laki-laki yang lebih tua.
Para peneliti menekankan bahwa perawatan ronggo mulut
penting untuk kesehatan. Rongga mulut merupakan pintu antara lingkungan luar
dan saluran cerna dan berfungsi untuk masuknya makanan. Kebersihan mulut
berpotensi mempengaruhi flora gastrointestinal dan status gizi sehingga
berpengaruh terhadap perkembangan penyakit kronik.
Tapi tidak bisa dikatakan bahwa manusia atau orang yang
bergigi tanggal memiliki penyakit kanker, hanya perlu diwaspadai karena
berhubungan dengan faktor resiko. Untuk itu perlu diadakan tes lain untuk
membuktikan benar-benar adanya penyakit kanker.
Sumber : MU, Medical Update
Darah Haid Dapat Memperbaiki Jantung?
Darah haid wanita bisa digunakan untuk pengobatan? benar
tidak ya? Mari kita cari tahu..
Peneliti Jepang meneliti darah haid dari beberapa perempuan
dapat memperbaiki jantung tikus. Membenihkan darah haid wanita selama 1 bulan,
kemudian setelah 3 hari di letakkan secara in-vitro dengan sel jantung tikus
sekitar 20% sel mulai berdenyut. Sel-sel darah haid dari perempuan yang telah
dibenihkan dan ditanam dalam sel jantung tikus kemudian menjadi jaringan otot
jantung.
Bahkan menurut penelitian ini metode steam sel menggunakan
darah haid memiliki tingkat keberhasilan yang 100 kali lebih tinggi
dibandingkan dengan steam sel yang berasal dari sumsum tulang. Tikus yang
mengalami serangan jantung akan membaik setelah mendapatkan sel yang berasal
dari darah haid wanita.
Berdasarkan penelitian tersebut apakah memungkinkan darah
haid perempuan dapat digunakan sebagai pengobatan sendiri? Lalu bagaimana
dengan hubungan antara sistem imun yang sudah ada dengan sel yang akan ditanam?
\
Sel-sel ini dapat disimpan dalam waktu yang lama di tempat
yang berukuran kecil. Jika sel-sel yang sudah disimpan dengan benar tidak
digunakan selama 100 tahun, maka sel tersebut dapat bertahan selama 200-300
tahun..
Sel dari darah haid tidak dapat berubah menjadi sel apapun
dalam tubuh, tetapi sel tersebut berpotensi menjadi sel otot, maka sel darah
haid juga dapat digunakan untuk mengobati distrofi otot.
Dalam penelitian tersebut usia pendonor darah haid tidak
mempengaruhi kemampuan sel-sel dalam berkembang. Wanita dengan usia muda
ataupun tua. Kemajuan yang terjadi pada tikus yang mengalami gangguan jantung
setelah ditanamkan sel darah haid adalah meningkatnya kekuatan kontraksi
jantung tikus.
Namun tentu ada beberapa catatan dari penelitian tersebut
perlu diingat kembali bahwa metode ini tidak sama jika diterapkan secara klinik
pada manusia, karena penelitian ini menggunakan subjek hewan tikus. Tentu banyak
faktor yang mempengaruhi dengan ditanamnya sel baru ke dalam sel tubuh manusia.
Dan ini perlu penelitian yang lama dan studi yang yang terus menerus.
Sumber : MU, Medical Update
SARAPAN itu penting !
Sebagai
mahasiwa perantau tidak sedikit mahasiswa yang pola makannya sangat
tidak teratur. Makan sehari satu kali dan maksimal dua kali dalam sehari, sudah
biasa. Dan waktu makan yang paling sering dilewatkan oleh mahasiwa-mahasiswi
remaja adalah waktu sarapan. Mungkin dalam satu semester bisa dihitung berapa
kali sarapan. Padahal sarapan itu penting, selain penting dalam meningkatkan
konsentrasi, sarapan juga penting untuk kesehatan mahasiwa khususnya remaja.
Remaja yang melewatkan sarapan lebih cenderung obes. Kalimat ini tentu
berputar-putar dalam kepala anda. Mengapa bisa demikian?. Inilah penjelasannya:
Sarapan sendiri memiliki keuntungan penting yang terhitung dalam 3 aspek; dalam aspek nafsu makan, resistensi
insulin dan dalam metabolism energy. Orang yang melewatkan sarapan saat pagi
hari memiliki dorongan nafsu makan yang lebih tinggi saat menjelang makan
siang. Akibatnya, orang yang melewatkan sarapan lebih cenderung ‘ekstra’
daripada yang seharusnya, karena porsi makannya terhitung lebih banyak atau bahkan dua kali lipat. Porsi
makan yang lebih banyak ini akan mengakibatkan kadar insulin yang tiba-tiba
melonjak. Apabila kita melakukan ini berulang-ulang setiap hari dapat
mengakibatkan ketidakstabilan kadar insulin. Ketidakstabilan kadar insulin yang
terjadi pada waktu yang lama dapat mengarah kepada resistensi insulin. Apabila
sudah terjadi ketidakstabilan insulin maka dapat berakibat pada ketidakstabilan
glukosa, yang tentu berefek pada gangguan metabolism energy. Setelah itu barulah efek-efek yang tidak diinginkan timbul, seperti kurangnya konsentrasi, berat badan tidak stabil, badan mudah lelah, pusing dan mata berkunang-kunang.
Apabila sudah terjadi gangguan ketidakstabilan insulin dan
ketidakstabilan glukosa maka dapat juga berakibat pada organ lain untuk
menimbulkan gangguan fungsi organ
PANJANG SISTEM PENCERNAAN: sistem
pencernaan terentang dari mulut hingga ke anus dan panjangnya sekitar 9 meter.
Sumber:
NATURA, media cerdas untuk sehat
Jumat, 10 Oktober 2014
SedotLlemak/Liposuction Bukan Terapi Obesitas
Sedot
lemak atau liposuction merupakan pilihan instan manusia zaman sekarang yang
ingin memiliki tubuh ideal. Tanpa terlebih dahulu menjaga pola makan, olah raga
teratur.
Menurut dr. Agus Santoso Budi Sp, BP, ahli bedah plastic RSU Dr. Soetomo
Surabaya, sedot lemak sebenarnya digunakan untuk membentuk tubuh, bukan terapi
untuk pasien yang mengalami obesitas. Pada beberapa orang yang bentuk tubuhnya
tidak proporsional, sedot lemak dapat digunakan sebagai terapi untuk mengurangi
lemak yang berlebih pada bagian tubuh yang tidak proporsinal tadi.
Jadi jika pada kasus pasien obesitas yang pertama kali dilakukan adalah
menurunkan berat badan dengan obat-an atau olahraga. Setelah berat badan
menurun, baru akan terlihat bagian-bagian tubuh yang tidak proporsiaonal dan
kelebihan lemak, barulah pada bagian ini dapat dilakukan sedot lemak.
Sedot lemak pada wanita dilakukan pada bagian perut, pinggang, pantat
bawah dan atas, paha depan dan dalam. Sedangkan pada laki-laki, sedot lemak
biasa dilakukan pada bagian perut.
Sebelum melakukan sedot lemak pasien biasanya dilatih dulu untuk diet.
Kalau dalamn 1 bulan berat badan turun 5 kg berarti pasien bisa melakukan sedot
lemak. Sedot lemak kan instan untuk menurunkan berat badan, kalau pola makan
kembali tidak teratur ya pasien bisa gemuk lagi. Sebelum dilakukan operasi
sedot lemak pasien juga harus diperiksa kesehatannya, gula darah dan tekanan
darah harus normal dan tidak ada kelainan jantung. Operasi sedot lemak untuk
mengambil 1000 cc membutuhkan waktu 1 jam dengan cara manual, 1000 cc dengan
alat vibro membutuhkan waktu setengah jam. Dengan ultrasound sama dengan cara
manual, 1000 cc membutuhkan waktu 1 jam dan harus lebih hati-hati karena dengan
ultrasound ada efek panasnya.
Sedot lemak tidak disamakan dengan mengurangi berat badan, karena sedot
lemak hanya untuk mengurangi bagian-bagian tertentu saja. Sedot lemak juga
dapat dilakukan lebih dari satu kali, idealnya 6 bulan atau 1 tahun baru dapat
diulang.
NAZA, bukan NAPZA
Bedanya NAZA dengan NAPZA apa? Beda dong,
kalau NAZA adalah Narkotik, Alkohol dan zat adiktif sedangkan NAPZA adalah
narkotik, psikotropik dan zat adiktif. Intinya beda pada alcohol dan
psikotropiknya..
Barang seperti ini biasa menjangkit para
remaja-remaja di zaman sekarang, bagi yang yang sudah terlanjur terjerumus
tentu ada terapinya tetapi bukan berarti kita ikut terjerumus juga.
TERAPI: Terapi terhadap penyalahgunaan dan
ketergantungan NAZA harus dapat dipertanggung jawabkan dari segi medic,
psikiatrik, social dan agama. Terapi tersebut terdiri dari dua tahapan yaitu
detoksifikasi dan pasca detoksifikasi yang mencakup:
a.
Terapi medic-psikiatrik (detoksifikasi)
Detoksifikasi adalah terapi untuk menghilangkan racun dari tubuh pasien.
Penyalahgunaan dan ketergantungan NAZA termasuk dalam bidang psikiatri yaitu
dapat menimbulkan gangguan metal dan perilaku. Hal ini terjadi karena NAZA
dapat mengganggu sistem neurotransmitter dalam sistem saraf pusat (SSP). Pasien
penyalahguna dan ketergantungan NAZA juga sering dijumpai komplikasi medic
seperti kelainan paru, liver, jantung dan organ lainnya. Terapi detoksifikasi
digunakan obat yang tergolong mayor transquilizer yang ditujukan pada SSP,
selain itu juga dapat diberikan obat analgesic non opioat dan antidepresi
b.
Terapi medic-psikiatrik (psikofarmaka)
Dengan diterapinya pasien penyalahguna/ketergantungan NAZA dengan
psikofarmaka seperti mayor transquilizer dan antidepresan maka diharapkan
gangguan mental dan perilakunya dapat diatasi
c.
Terapi medic-psikiatrik (psikoterapi)
Tujuan dari terapi ini adalah untuk memperkuat struktur kepribadian
mantan penyalahguna/ketergantungan NAZA
d.
Terapi medic-somatik
Terapi ini adalah penggunaan obat yang berkhasiat terhadap kelainan fisik
maupun komplikasi medic berupa kelainan organ tubuh. Obat yang digunakanpun
sesuai dengan kelainan organ yang menyerang pasien
e.
Terapi psikososial
Terapi untuk memulihkan kembali kemampuan adaptasi
penyalahguna/ketergantungan NAZA kedalam kehidupan sehari-hari kepada
masyarakat
f.
Terapi psikoreligius
Terapi keagamaan terhadap pasien penyalahguna/ketergantungan NAZA
memegang peranan penting baik dalam segi prevensi maupun pencegahan
Sumber: penyalahgunaan dan ketergantungan
NAZA, Prof. Dr, dr. H. Dadang Hawari
Anda mengalami gangguan kepala dan leher?
Pertama, lihatlah gejala yang muncul sebelum merujuk ke
dokter, termasuk nyeri yang berat atau tidak?sehingga bisa dibedakan jenis
nyeri kepalanya..
·
- -Jika nyeri karena obat, maka sebagai seorang
farmasis segera menghubungi dokter yang dulu pernah memberi resep, farmasis
juga dapat mengganti obat dengan melihat gejala yang muncul serta member
konseling
·
J-Jika nyeri pada wajah yang akut dan parah,
segera dirujuk ke rumah sakit, apalagi jika ditemukan gejala yang berat seperti
hilang pendengaran
·
- --Jika pasien mengalami nyeri di mulut dan gigi,
disarankan untuk pergi ke dokter gigi
·
J-Jika terjadi nyeri nyeri telinga saat
menggerakan rahang dan nyeri kepala, seorang farmasis dapat menyarankan untuk
membeli golongan obat NSAID dan member konseling kepada pasien untuk
merelaksasikan rahang serta berhenti mengunyah permen karet, jika setelah
penggunaan obat NSAID tetapi nyeri tidak berkurang, pasien perlu dirujuk ke
dokter
·
J-Jika pasien mengalami nyeri dibagian tengah
telinga, pasien perlu dirujuk ke dokter karena kemungkinan pasien mengalami
otitis media, apabila nyeri bertambah saat telinga ditekan, pasien segera
dirujuk ke dokter karena kemungkinan pasien mangalami otitis eksterna. Jika
lokasi nyerinya ada di atas mata, sebaiknya pasien dilakukan drainase hidung,
karena kemungkinan pasien mengalami sinusitis
Jika letak nyeri ada di bagian
leher, maka tugas sebagai farmasis adalah..
·
J -Jika pasien mengalami nyeri pada kerongkongan
disertai dengan demam dan muncul bulatan kecil di mulut dapat disebabkan oleh kanker, sebagai farmasis dapat
merekomendasikan obat analgetik, tetapi jika dalam waktu satu minggu sampai dua
minggu pasien tidak sembuh, pasien harus dirujuk ke dokter
·
- Jika nyeri yang berkepanjangan dengan
rhinorrhea, maka dapat disarankan dengan obat bebas untuk influenza
·
J-Jika nyeri yang disertai mual, muntah dan diare
maka pasien segera dirujuk ke dokter karena kemungkinan pasien mengalami
gastritis
·
-jJika suara pasien menjadi hilang, mengalami
rhinorrhea dan batuk maka pasien segera dirujuk ke dokter karena kemungkinan
pasien menderita infeksi saluran pernafasan atas
·
--Jika pasien mengalami batuk yang produktif atau
terus menerus maka pasien harus segera dibawa ke dokter, karena kemungkinan
pasien mengalami bronchitis atau pneumonia
Sumber: Farmasis Mengenal Penyakit oleh Dyah
Aryani Perwitasari
asesmen sistem syaraf
Satu diagnose yang memberatkan saya pasca
kecelakaan kemarin adalah multiple cidera kepala. Hal ini tentu sangat
berhubungan dengan sistem syaraf. Dan nyeri kepala yang saya alami termasuk
nyeri kepala sekunder pasca trauma kepala.
1.
Gangguan kepala
Gangguan atau nyeri di kepala dapat berupa nyeri kepala primer dan nyeri
kepala sekunder. Nyeri kepala primer adalah tension headache, migraine dan
cluster headache. Sedangkan penyebab nyeri kepala sekunder adalah adanya
trauma, tumor, infeksi, menstruasi, kehamilan dan stroke.
a.
Nyeri kepala primer
Dari berbagai jenis nyeri kepala primer, tension headache merupakan nyeri
kepala yang paling sering terjadi. Gejala dari tension headache adalah nyeri
kepala yang terasa mengikat dan bilateral/pada kedua sisi kepala. Migraine
dapat disebabkan oleh mekanisme vaskuler dan neurohormonal. Migraine juga dapat
menyebabkan gangguan penglihatan, kelemahan local. Gejala migraine adalah
unilateral/pada satu sisi kepala, mual, muntah, fotofobia. Faktor resiko
seperti stress, depresi, asap, diet, perubahan hormone, dan pola tidur juga
dapat menjadi penyebab migraine. Sedangkan cluster headache adalah nyeri kepala
yang terjadi pada pagi hari dan lebih sering terjadi pada pria dibanding
wanita. Nyeri pada kasus cluser headache merupakan nyeri yang luar biasa, dan
hanya nyeri disekitar mata. Nyeri cluster headache dapat terjadi selama 30
menitan dan dapat terjadi beberapa kali dalam sehari atau sekali dalam beberapa
minggu. Obat-obatan juga dapat menyebabkan berbagai nyeri kepala primer seperti
alcohol, kafein, kokain, kortikosteroid, NSAID.
·
- - Jika pasien mengalami nyeri kepala yang
unilateral dan mengalami tekanan maka pasien dirujuk ke dokter dengan dugaan
tension headache
·
- -Jika pasien datang dengan rasa kesemutan dan
rasa terbakar dengan onset yang cepat maka pasien segera dirujuk ke dokter.
Jika kesemutan sampai ke kaki, maka diduga gejala diabetes, jika kesemutan
tidak disertai gejala diabetes maka ditelusuri gejala neurologi lain
· -
j-Jika kesemutan dikarenakan oleh obat maka segera
dirujuk ke dokter dengan mengganti obat lain
Sumber: Farmasis Mengenal Penyakit oleh Dyah
Aryani Perwitasari
Senin, 06 Oktober 2014
DERMATITIS
Masalah kulit termasuk salah satu masalah pasca kecelakaan
kemarin yang meninggalkan segerombolan bekas jahitan di wajah, tangan, kaki. Apalagi
punya bakat keloid, hehehe
Ada beberapa pilihan terapi untuk masalah dermatitis, yang
jelas harus diketahui penyebab dan gejalanya dulu..
1. 1. Antihistamin, anti alergi contohnya cetirizine,
levocetirizine, promethazine dll untuk mengatasi dermatitis alergi
2. 2. Antipruritus topical/ anti gatal, contohnya
chlorpeniramine
3.
Kortikosteroid topical seperti betamethasone,
dexamethasone. Kalau obat jenis ini penggunaannya harus setipis mungkin
4. 3. Antiinfeksi topical digunakan untuk mengatasi
infeksi mikroba yang terjadi
5. 4. Antijamur dan antiparasit
6. 5. Emolien dan pelindung kulit berfungis untuk member
kelembaban bagi kulit serta melindungi kulit dari kerusakan akibat faktor
lingkungan
7. 6. Antiseptic bersifat sebagai bakteriostatik dan
bakteriosid
8. 7. Immunomodulator kulit
Selain pemberian obat luar juga ada
beberapa tindakan seperti bedah, laser, suntik dll untuk kulit.
Sumber:
MIMS
Obat Mata
Dari bulan agustus sampai oktober tanggal 6 pakai terapi tetes
mata karena mata masi merah post kecelakaan , yang kandungannya ada neomycin
dan dexamethasone.
Neomycin adalah jenis antibiotic spectrum luas yang biasa
digunakan untuk mengobati konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri. Efek sampingnya
jarang terjadi karna bekerjanya secara local pada daerah yang terinfeksi saja
dan sebaiknya tidak digunakan lebih dari satu minggu.
Dexamethasone merupakan kortikosteroid mata yang digunakan
untuk menekan proses inflamasi pada konjungtiva sehingga akan meminimalkan
gejala mata merah.
Nah sayaa.. dua bulan pakai antibiotik. Setelah control ke
sp. Obat mata baru diganti dengan naphazoline.
Naphazoline adalah obat dekongestan, anastesi, antiinflamasi
mata yang bekerja sebagai vasokonstriktor local sehingga akan menimbulkan
vasokonstriksi pada konjungtiva yang tadinya mengalami dilatasi, sehingga dapat
meredakan gejala mata merah.
Sumber : MIMS
KOMUNIKASI DENGAN ALLOH
Setelah kecelakaan itu awalnya jelas banyak sedihnya, tapi
semua pihak mendukung untuk sembuh dan banyak memberi motivasi. Yang paling
menusuk adalah nasehat temen, lebih mendekatkan diri dengan Penciptamu. Memang Penciptaku
yang memberi kesehatan dan cobaan.
Lalu dengan bagaimana aku bisa lebih dekat dan berkomunikasi
dengan Penciptaku?
Tidak hanya dengan sholat dan dzikir, ada banyak cara
berkomunikasi dengan Alloh. Pertama, komunikasi langsung dan tidak langsung contohnya
seperti nabi Musa dan nabi Muhammad SAW. Kedua, melalui ibadah sholat, zakat,
puasa, dan sebagainya. Ketiga, dengan berdzikir, dzikir bisa dilakukan dengan
duduk, berdiri, berbaring atau bahkan saat melakukan apapun. Keempat dengan
membaca Al-quran. Intinya Alloh lebih dekat dari urat nadi manusia jadi kita
sebagai manusia bisa kapanpun berkomunikasi dengan Alloh dan Alloh akan
mengabulkan permohonan hambaNya yang memohon.
Sumber : ustadz Kadarusman, KARNISA
ini agustusku, mana agustusmu?
cerita dikit deh haha, eh banyak ding, kayak cerpen mungkin..
tanggal 10 Agustus 2014 kmaren ada silaturahmi pondok pesantren ar-risalah di ponorogo bareng temen #eh. kira2 perjalanan jogja-ponorogo 4 jam.an gitu, kami naik motor. tanggal 10 malam langsung balik ke jogja. innalillahi begitu sampai klaten kami kecelakaan. kami dilarikan ke RSUD Soeradji Tirtonegoro. lumayanlah 2 malam aku gak sadarkan diri, untung kami strong. temenku yg nyetir patah tulang tangan kanan dan harus operasi, tapi di klaten operasinya antri padahal harus cepet akhirnya hari ke 4 dia bisa cepet langsung operasi di madiun, balik deh ke madiun buat pasang pen di tangan :(. akunya? pertama dengar kabar aku kecelakaan dikira orangtuaku itu penipuan haha. iya sih lagi marak modus begituan. RS cuma butuh tanda tangan ortu buat masuk ICU, habis diwakili ortu temenku gak bisa terpaksa harus menunggu perjalanan ortuku dari rumah, 6 jam.an laah. kata dokter pas aku di ICU mau bedah perut karena limfa ku bocor, mau bedah tulang tangan kanan juga, udah gitu pas jatuh helmku lepas, kepalapun jadi korban, ah stress orangtuaku. masuk RS hari senin, sampai hari rabu di ICU, kamisnya pindah ke bangsal. pas hari kamis itu temenku mau pulang ke madiun buat operasi, dia sempet jenguk sebelum pulang, sayangnya aku sama sekali gak inget walaupun saat itu aku sadar.
sedih. di rumah sakit hampir 2 minggu lah, 11/12 hari gitu. dari RS dibawa pulang ke rumah, mblolos kuliah deh 2 mingguan. sekarang kami udah di jogja. temenku yang pasang pen sering ngilu. sedih. kepalaku masih mati rasa, lidah mati raa, mata merah, jahitan di mana-mana. haaa, bersyukur tetap karna kami masih diberi kesembuhan. terimakasih ya Alloh. pelajaran yang aku dapet banget.. 1. apapun itu harus izin orangtua, pas itu aku gak izin mentang2 perginya buat silaturahmi, 2. helm selalu di kunci, kalau kunci helm memang jarang sekaliii hehe
cerita tersendiri si, pengalaman masuk rumah sakit, haha, pengalaman marahin suster2 dan dokter2, hahaha, pengalaman pencabutan motor. intinya sih aku gak trauma, ortuku aja yang trauma haha
tanggal 10 Agustus 2014 kmaren ada silaturahmi pondok pesantren ar-risalah di ponorogo bareng temen #eh. kira2 perjalanan jogja-ponorogo 4 jam.an gitu, kami naik motor. tanggal 10 malam langsung balik ke jogja. innalillahi begitu sampai klaten kami kecelakaan. kami dilarikan ke RSUD Soeradji Tirtonegoro. lumayanlah 2 malam aku gak sadarkan diri, untung kami strong. temenku yg nyetir patah tulang tangan kanan dan harus operasi, tapi di klaten operasinya antri padahal harus cepet akhirnya hari ke 4 dia bisa cepet langsung operasi di madiun, balik deh ke madiun buat pasang pen di tangan :(. akunya? pertama dengar kabar aku kecelakaan dikira orangtuaku itu penipuan haha. iya sih lagi marak modus begituan. RS cuma butuh tanda tangan ortu buat masuk ICU, habis diwakili ortu temenku gak bisa terpaksa harus menunggu perjalanan ortuku dari rumah, 6 jam.an laah. kata dokter pas aku di ICU mau bedah perut karena limfa ku bocor, mau bedah tulang tangan kanan juga, udah gitu pas jatuh helmku lepas, kepalapun jadi korban, ah stress orangtuaku. masuk RS hari senin, sampai hari rabu di ICU, kamisnya pindah ke bangsal. pas hari kamis itu temenku mau pulang ke madiun buat operasi, dia sempet jenguk sebelum pulang, sayangnya aku sama sekali gak inget walaupun saat itu aku sadar.
sedih. di rumah sakit hampir 2 minggu lah, 11/12 hari gitu. dari RS dibawa pulang ke rumah, mblolos kuliah deh 2 mingguan. sekarang kami udah di jogja. temenku yang pasang pen sering ngilu. sedih. kepalaku masih mati rasa, lidah mati raa, mata merah, jahitan di mana-mana. haaa, bersyukur tetap karna kami masih diberi kesembuhan. terimakasih ya Alloh. pelajaran yang aku dapet banget.. 1. apapun itu harus izin orangtua, pas itu aku gak izin mentang2 perginya buat silaturahmi, 2. helm selalu di kunci, kalau kunci helm memang jarang sekaliii hehe
cerita tersendiri si, pengalaman masuk rumah sakit, haha, pengalaman marahin suster2 dan dokter2, hahaha, pengalaman pencabutan motor. intinya sih aku gak trauma, ortuku aja yang trauma haha
Minggu, 05 Oktober 2014
Baru
sekian lama buat blog eh ini baru berhasil, auk ah gelap yg penting akhirnya punya blog. eh dulu udah punya blog nih alamatnya : muzvid-moza.blogspot.com tapii gmailnya eror di hack orang jadi buat email lagi deh..
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)

.jpg)
